BenihBunbun

Sains

Jebakan Revolusi Hijau (Literature Review Part 1 – Berdaulat dengan Pangan Lokal)

Pangan merupakan kebutuhan pokok yang wajib dipenuhi oleh manusia. Sedari dulu, masyarakat Indonesia memiliki kultur perihal penyediaan pangan untuk diri sendiri maupun keluarga. Seperti halnya menanam singkong, sagu, rempah, pohon buah, dan tanaman lainnya di pekarangan rumah yang diajarkan turun temurun kepada anak cucu agar minimal bisa bertahan hidup dengan terpenuhinya kebutuhan pangan. Seiring dengan berjalannya waktu, pertumbuhan penduduk yang meningkat pesat menjadi dasar masalah akan sulitnya memenuhi kebutuhan pangan nasional. Ketersediaan lahan tanam menjadi sebab lanjutan ditinggalnya budaya menanam. Selain itu, Robert Malthus (1766-1834) telah memperkirakan bahwa pertumbuhan penduduk seakan meningkat berdasar kelipatan 1, 2, 4, dan seterusnya, sedangkan penyediaan pangan terjadi secara lambat dengan pola 1, 2, 3, 4, dan seterusnya. Perkiraannya ini dapat diatasi dengan menekan laju pertumbuhan penduduk dan meningkatkan ketersediaan pangan. Hal ini menjadi dasar bagaimana Norman Bourlag meperkenalkan dengan apa yang kita kenal sebagai Revolusi Hijau di masa orde baru. Revolusi hijau di Indonesia dimotivasi oleh kondisi kekurangan pangan yang sangat parah pada periode 1950-1959. Gerakan revolusi hijau di Indonesia dilakukan melalui program BIMAS (Bimbingan Massal) dan Panca Usaha Tani yang mendorong petani untuk menggunakan bibit unggul, pemupukan kimia sintesis, pemberantasan hama dan penyakit, pengairan, dan perbaikan bercocok tanam (Greenaration, 2021). Revolusi hijau dengan kerja keras rakyat Indonesia, khususnya petani, pada tahun 1984 membawa Indonesia mencapai swasembada beras untuk negara dengan jumlah penduduk terbesar keempat di dunia. Hal ini telah menjadikan Indonesia mendapat penghargaan PBB dengan produksi beras meningkat 289& atau mencapai hampir 4x peningkatan dalam kurun waktu 30 tahun (Hernawan dan Pujo, 2021). Jebakan revolusi hijau telah mempengaruhi sosial budaya petani. Kearifan dan budaya menanam yang diajarkan oleh nenek moyang sesuai dengan kondisi geografis, agroklimat pada daerahnya masing-masing, beralih ke model produksi pangan Revolusi HIjau. Jenis padi lokal yang biasanya tinggi, telah melibatkan petani perempuan dalam penggunaan ani-ani, sejak introduksi bibit padi unggul yang tumbuh pendek, kini kian memarginalkan petani perempuan, pun sekaligus hilang kearfan lokal. Introduksi pestisida kimia yang dapat membahayakan kesehatan bagi petani yang menggunakan juga bagi masyarakat yang mengkonsumsi, sampai pada akhirnya secara ekonomi menjadi sulit diperhitungkan akibat penawaran berlebih yang dapat menjatuhkan harga namun kebutuhan biaya pengeluaran untuk pestisida dan pupuk sintesis tetap sama. Dampak revolusi hijau sendiri adalah kesuksesan yang disertai oleh berbagai masalah. Seperti halnya revolusi hijau dengan program BIMAS lebih menekankan pada upaya meningkatkan produksi beras dan mengesampingkan martabat petani. Masalah pencemaran yang ditemui adanya eksploitasi hama, hasirnya hama yang kebal dengan pestisida, hilangnya varietas unggul padi lokal, pendangkalan danau oleh gulma air yang semakin subur akibat pemusnahan hara sawah, degradasi lahan sawah, petani keracunan akibat pestisida, dan lainnya (Hernawan dan Pujo, 2021).Tanpa disadari, dampak lanjutan dari revolusi hijau hingga kini yaitu adanya ketergantungan pada obat-obatan kimia bagi tanaman budidaya para petani. Secara terstruktur telah memperkaya industri kimiawi. Keadaan ini masih diperparah dengan penyediaan benih tanaman yang dikuasai oleh perusahaan kapitalistik transnasional dengan dalih benih yang disediakan dapat meningkatkan produktivitas. Padahal, benih tersebut lagi-lagi bergantung dengan pupuk kimia sintesis juga pestisidanya, dan akan berdampak pada ekosistem setempat yang memungkinkan terjadi introduksi hama baru atau bahkan menghilangkan satu jenis hama namun memasifkan hama-hama lainnya. Secara budaya, kebiasaan petani dalam pembenihan lokal untuk pangan lokal, kembali ditinggalkan. Referensi: Greenaration. 2021. Sejarah Revolusi Hijau dan Dampaknya Hingga Saat Ini. Hernawan, Endang dan Pujo Hutomo. 2021. Rekayasa Sosial dalam Pengelolaan Sumber Daya Hayati. IPB Press: Bogor Keraf, A Sonny. 2022. Ekonomi Sirkuler Solusi Krisis Bumi. Gramedia: Jakarta Benihbunbun punya bibit pangan lokal, dan kamu bisa checkout langsung di website ini: Lihat produk benihbunbun lainnya dengan cara klik tombol dibawah ini: Menu Benih Unik Craft Kit Hampers Hari Raya Koleksi Benih Bibit Paket Menanam Produk Olahan Promo Khusus Produk Harga Sale Undangan Acara Layanan konsultasi Setiap pembelian produk benihbunbun maka akan mendapatkan fasilitas konsultasi tanam menanam dengan tim ahli kami Hubungi Kami Kontak kami Whatsapp Instagram Camp Garden Benihbunbun Kampung Areng, Desa Wangunsari, Lembang, Bandung Barat – Jawa Barat – Indonesia

Jebakan Revolusi Hijau (Literature Review Part 1 – Berdaulat dengan Pangan Lokal) Read More »

Air dan Tanah Tercemar? Tanam Bunga Matahari!

Tentang Fitoremediasi Seringkali kita jumpai permasalahan lingkungan yang mungkin dalam skala  kecil disekitar kita sampai skala besar pabrik industri menjadi pokok bahasan yang masih terus dicari solusinya bersama. Beberapa cara yang bisa dilakukan dalam memulihkan kembali kondisi lingkungan tercemar adalah melakukan remediasi. Adapun remediasi yang paling mudah dilakukan yaitu dengan memanfaatkan tanaman atau disebut fitoremediasi. Menurut Sidauruk dan Patricius (2015), fitoremediasi adalah sebuah teknologi yang inovatif, efektif dari aspek biaya, aman dan secara estetika dapat diterapkan untuk jangka panjang. Aspek penting yang perlu dicatat adalah tanaman tidak boleh digunakan untuk tanaman konsumsi. Fitoremediasi merupakan teknologi remediasi in-situ yang memanfaatkan kemampuan yang melekat pada tumbuhan hidup. Fitoremediasi menggunakan tumbuhan untuk membersihkan pencemaran di lingkungan. Tanaman dapat membantu membersihkan berbagai jenis polusi termasuk logam, pestisida, bahan peledak, dan minyak (Sukono et al., 2020). Begitu juga menurut Pandey et al., (2016), fitoremediasi adalah pendekatan holistik dan dapat digunakan dalam skala besar untuk memulihkan sumber daya lahan yang terkontaminasi. Agar efektif untuk remediasi tanah tercemar logam, tanaman harus toleran terhadap satu atau lebih logam, sangat kompetitif, tumbuh cepat, dan menghasilkan biomassa di atas permukaan tanah yang tinggi (Glick, 2010). Fitoremediasi Bunga Matahari Salah satu jenis tanaman fitoremediasi yang bisa digunakan adalah tanaman bunga matahari. Tanaman bunga matahari adalah tanaman perdu dengan nama latin  Helianthus annuus L. Tanaman bunga matahari toleran terhadap suhu rendah dan tinggi. Bijinya akan berkecambah pada suhu 14-21O C. Sedangkan suhu optimal pada masa pertumbuhannya adalah 23-28OC. Tanaman ini bisa tumbuh di suhu yang lebih tinggi, hanya nantinya akan berpengaruh pada produktivitas yang lebih rendah. Kebutuhan curah hujan berkisar antara 500 hingga 1.000 mm. Akar tunggangnya yang bercabang luas, menembus hingga 2m, memungkinkan tanaman untuk bertahan hidup saat stres air. Waktu kritis untuk cekaman air adalah periode 20 hari sebelum dan 20 hari setelah berbunga. Bunga matahari akan tumbuh di berbagai jenis tanah yang subur; lempung berpasir sampai lempung dengan nilai pH berkisar antara 6,0 hingga 7,5 (Departemen Pertanian Kehutanan dan Perikanan, 2010). H. annuus juga dijuluki tanaman hiperakumulator karena dapat menimbun konsentrasi logam yang tinggi dalam jaringan tanamannya bahkan melebihi konsentrasi didalam tanah (Sidauruk dan Patricius 2015). H. annuus mampu meremediasi logam berat. Beberapa logam yang dapat diakumulasi oleh tanaman ini adalah Pb, Zn, dan Cd. Beberapa kasus studi dari skala laboratorium hingga di lapangan, menggunakan H. annuus sebagai tanaman remediasi. Adapula penggunaan tanaman bunga matahari sebagai fitoremediasi yang pernah dilakukan pada area detonasi Ensign Bickford Company Simsbury. Karateristik Bunga Matahari dalam Remediasi Bunga matahari dapat mengakumulasi nutrisi senyawa berbahaya seperti senyawa Pb dan Cd yang disimpan dalam jaringan akar (Alaboudi et al., 2018) serta Zn yang disimpan dalam jaringan akar, batang, dan daun (Soares et al., 2021). Nutrisi tersebut sebetulnya dibutuhkan oleh tumbuhan dalam batas-batas tentu untuk pertumbuhan, namun beberapa tumbuhan dapat mengakumulasi nutrisi zat berbahaya dalam jumlah yang lebih besar (hiperakumulator) sehingga dapat diaplikasikan sebagai tanaman fitoremediator. Mekanisme penyimpanan nutrisi berupa zat berbahaya pada tumbuhan dimulai dari penyerapan melalui akar yang selanjutnya diubah menjadi bentuk khusus untuk disimpan dalam vakuola dan di translokasikan pada tempat tertentu untuk mencegah akumulasi ion logam pada sitosol (Yan et al., 2020). Bunga matahari memiliki karakteristik dengan laju pertumbuhan yang sangat cepat dan siklus perkembangan yang pendek. Bunga matahari membutuhkan 4-10 hari untuk germinasi dan memulai masa perkembangan setelah 42 hari dengan lama tumbuh dan kembang 4 bulan (Serafin et al., 2019). Forte dan Mutiti (2017) juga menyatakan bahwa Helianthus annuus dipilih dalam proses fitoremediasi karena karakteristik tumbuh dan perkembangan yang cepat dalam masa hidupnya. Penelitian lain membuktikan bahwa siklus hidup bunga matahari tergolong pendek dimana pada tanah tercemar logam berat dalam 1 bulan biji sudah dapat diambil untuk digunakan kembali dalam proses fitoremediasi, sehingga fitoremediasi dapat berjalan secara berkelanjutan (Adesodun et al., 2009). Zehra et al., (2016) juga menyatakan bahwa bunga matahari merupakan tanaman fitoremediasi yang mudah untuk dipanen dan dibudidayakan. Sehingga cocok digunakan dalam fitoremediasi berdasarkan karakter pertumbuhan, perkembangan, dan reproduksinya.  Karakteristik pada bunga matahari yang juga mendukung proses fitoremediasi yaitu kemampuan adaptasi pada jenis tanah dan iklim yang berbeda (Anderson et al., 1987; Andreazza et al., 2014). Karakteristik tersebut membuat bunga matahari dapat ditumbuhkan pada kondisi lingkungan yang tercemar sekalipun dan pada iklim yang bervariasi. Selain itu, bunga matahari memiliki karakteristik penting dalam fitoremediasi yaitu produksi biomassa tinggi dalam membantu proses remediasi. Pernyataan tersebut diperkuat oleh penelitian Forte dan Mutiti (2017) serta Zehra et al., (2020) yang menyebutkan bahwa bunga matahari dipilih untuk fitoremediasi karena memiliki karakteristik produksi biomassa yang tinggi. Karakteristik tersebut penting karena produksi biomassa yang tinggi dapat mengimbangi efisiensi fitoekstraksi yang lebih rendah (Vamerali et al., 2009).  Oleh sebab itu, karakteristik-karakteristik yang dimiliki bunga matahari cocok digunakan dalam fitoremediasi (Rizwan et al., 2016). Residu Fitoremediasi Dalam proses fitoremediasi, logam berat yang telah terakumulasi pada akar maupun daun tanaman dapat menjadi polutan sekunder bagi lingkungan apabila tidak segera dilakukan pengolahan limbahnya. Proses fitoekstraksi yang terjadi pada bunga matahari, memindahkan logam berat dari tanah kemudian disimpan pada akar maupun daun. Sehingga, biomassa hasil dari proses fitoremediasi yang tercemar oleh logam berat dalam konsentrasi tinggi dapat dikategorikan sebagai limbah tercemar (Mwegoha, 2008). Hal ini menyebabkan biomassa tersebut memiliki potensi untuk kembali mencemari tanah apabila dibuang begitu saja tanpa pengolahan yang tepat. Pada konteks bunga matahari, tanaman yang tumbuh pada tanah yang terkontaminasi logam Pb dan Cd pada konsentrasi tinggi menunjukan warna daun yang lebih kuning kecoklatan. Sedangkan, tanaman yang tumbuh pada tanah yang tercemar logam Pb dan Cd pada konsentrasi rendah masih terlihat sehat. Pada konsentrasi tinggi, tanaman akan mengalami penghambatan pertumbuhan serta kerusakan pada bagian akar sehingga biomassa dari tanaman tersebut akan berkurang (Alaboudi et al., 2018). Dampak ekologi yang lebih besar dapat terjadi apabila biomassa hasil dari proses fitoremediasi masuk ke dalam rantai makanan melalui serangga maupun hewan lain yang mengkonsumsinya (Mwegoha, 2008). Dalam hal ini, resiko lebih besar terdapat pada tanaman yang merupakan hiperakumulator logam berat karena dapat memuat konsentrasi logam yang lebih tinggi dibandingkan dengan tanaman biasa yang tercemar oleh logam berat. Apabila sampai terkonsumsi oleh manusia, paparan logam berat tersebut akan memberikan dampak yang buruk bagi kesehatan. (Jaishankar et al., 2014). Oleh karena itu perlu ada tindakan lanjut dalam pengolahan dan pengelolaan tanaman setelah melakukan remediasi. Alternatif pertama adalah pembuatan bahan bakar hayati (biofuel) berupa biogas dan bio-ethanol. Cara mudahnya, tanaman bisa dimasukkan

Air dan Tanah Tercemar? Tanam Bunga Matahari! Read More »

Pendekatan Biomimikri Pada Penemuan Velcro

Siapa yang tidak kenal perekat sintesis simple dan praktis yang satu ini? Velcro ternyata ditemukan dari hasil inspirasi alam loh. Nah sebenarnya apa sih yang dimaksud dengan biomimikri dan apa iya penemuan velcro adalah salah satu bentuk biomimikri? Yuk simak artikel berikut. Definisi Biomimikri Berdasar dari buku Biomimicry oleh Janine M. Benyus (2002), istilah biomimicry dimaknai dari bahasa yunani yaitu bios yang berarti kehidupan dan mimesis yang berarti imitasi. Adapun pengertiannya secara deskripsi adalah sebagai berikut: Alam sebagai model. Biomimikri adalah ilmu baru yang mempelajari model alam dan kemudian meniru atau mengambil inspirasi dari desain dan proses ini untuk memecahkan masalah manusia, misalnya sel surya yang terinspirasi oleh daun. Alam sebagai ukuran. Biomimikri menggunakan standar ekologi untuk menilai “kebenaran” inovasi. Setelah 3,8 miliar tahun evolusi, alam telah belajar: apa yang berhasil, apa yang pantas, dan apa yang bertahan. Alam sebagai pembimbing. Biomimikri adalah cara baru untuk melihat dan menghargai alam. Ini memperkenalkan era yang tidak didasarkan pada apa yang dapat kita ekstrak dari alam, tetapi pada apa yang dapat kita pelajari darinya. Menurut Biomimicry Institute (2021), biomimicry adalah suatu pendekatan  untuk menciptakan inovasi dengan cara mencari solusi yang berkelanjutan terhadap tantangan-tantangan yang ada dengan meniru pola dan strategi dari alam. Saat menerjemahkan strategi alam ke dalam desain, terdapat tiga elemen penting yaitu Emulate (meniru), Ethos (sikap/jiwa/pandangan hidup), dan (Re)Connect (menghubungkan kembali). Seringkali biomimikri dikenal sebagai istilah bioinspired atau inspirasi dari sumber daya biologi. Kenyataannya, tidak semua bioinpired adalah biomimikri. Ada yang disebut sebagai biomorfisme yaitu mengacu pada desain yang secara visual menyerupai elemen dari kehidupan (terlihat seperti alam). Adapula bioutilisasi yaitu mengacu pada penggunaan sumber daya biologi pada desain/teknologi. Sedangkan yang membedakan adalah biomimikri berfokus pada fungsi (bekerja seperti alam). 2. Penemuan Velcro oleh George de Mestral George de Mestral adalah seorang insinyur Swiss yang hobi berburu. Inpirasi penemuan velcro didapat setelah kembali dari perjalanan berburu di hutan bersama anjingnya. Saat itu beliau mendapati duri tanaman gulma yang disebutnya berasal dari tanaman cocklebur, menempel pada pakaiannya dan juga bulu anjingnya. Rekatnya duri tersebut membuatnya semakin penasaran. Alhasil de Mestral mengamatinya dibawah mikroskop dan menemukan cara kerja duri tersebut mengait serat pakaiannya. Dari sinilah kemudian beliau mulai mencoba untuk membuat perekat dengan prinsip hook and loop yang mana adanya kemungkinan mengikat dua bahan secara reversible dengan bahan yang sederhana. Ide tersebut awalnya kurang diterima, hingga bertemu dengan seorang penenun di Lyon Prancis (pusat kota tenun) yang pada akhirnya di tahun 1955 beliau berhasil mematenkannya dan dinamai velcro. Kata velcro merupakan singkatan dari dua suku kata bahasa Prancis yaitu velours yang berarti beludru dan crochet yang berarti kait. Velcro pertama kali digunakan di industri digantara sebagai pelengkap pakaian luar angkasa yang memudahkan astronot dalam berpakaian terutama saat di luar angkasa.  3. Tanaman Cockleburr Cocklebur diduga berasal dari amerika tengah dan selatan serta dianggap sebagai gulma berbahaya. Selain menghasilkan serbuk sari, tanaman Xanthium ini dengan cepat mampu menyaingi bahkan menggantikan sepsies lain. Tanaman ini menjadi gulma terutama pada tanaman perkebunan seperti jagung, kapas, kacang tanah dan kedelai sehingga menyebabkan penurunan produksi serta peningkatan biaya perawatan. Tanaman mudanya dapat meracuni binatang ternak bila dimakan. Sedangkan penyebaran tanaman ini cukup sulit dikendalikan. Hal ini dikarenakan buah keringnya atau biasa disebut dengan bur atau seed pods (polong biji), mudah menempel dan rekat pada bulu/rambut. Sehingga bila ada binatang atau manusia yang melewati tanaman cocklebur tentu ikut menyebarkan bakal pertumbuhan benih tanaman tersebut. Sedangkan menurut penelitian yang dilakukan Saeed et al. (2020) kemampuan perkecambahan yang tinggi pada tanaman Xanthium dapat dilihat dari keberhasilan penyesuaian di habitat yang berbeda. Berikut karakteristik tanaman cocklebur yang ditulis oleh Duncan (2018).  4. Terinspirasi dari Cockleburr Meskipun dikenal sebagai tanaman gulma dan spesies invasif (CABI, 2019), cocklebur atau Xanthium stumarium digunakan sebagai obat tradisional terutama di daerah Amerika utara, China, Malaysia, dan Pakistan. Bagian tanaman yaitu daun, akar, batang dan biji digunakan dalam untuk pengobatan berbagai masalah kesehatan seperti leukoderma, epilepsi, air liur, malaria, rematik, TBC, alergi rinitis, sinitis, urtikaria, rheumatoid arthritis, sembelit, diare, kusta, sakit pinggang, gatal-gatal, bakteri dan jamur infeksi. Melihat dari pemanfaatan oleh masyarakat, dilakukan penelitian oleh Khan et al. (2020) yang ternyata tanaman ini mengandung berbagai senyawa bioaktif antara lain protein, karbohidrat, fenol, tanin, flavonoid, saponin, seskuiterpen, lakton, glikosida dan polisterol sehingga berpotensi  sebagai  ketersediaan obat yang efisien, aman, dan murah yang serupa fungsinya dari tanaman cocklebur.  Xanthium stumarium berasal dari bahasa Yunani kuno, Xanthium berasal dari kata “xanthos” yang berarti kuning dan “stumarium” yang berarti bantalan seperti bengkak. Kata ini merujuk dari seed pods/bur yang berubah dari hijau menjadi kuning (kemudian  menjadi coklat tua) (Dharmananda, 2002). George de Mestral, melihat karakter morfologi dari seed pods yang dikelilingi oleh duri bengkok. Rekatnya bur yang menempel pada pakaian dan rambut binatang, kemudian menjadi inspirasinya yang kini telah kita kenal inovasinya berupa velcro. Jika diamati melalu mikroskop seperti pada gambar 3, terlihat keserupaan antara bur dengan pakaian dan hook loop pada velcro (Frost et al., 2017). 5. Penutup Penemuan velcro merupakan salah satu inovasi dari biomimikri. Seperti yang disampaikan oleh Benyus (2009) biomimikri yaitu belajar dari dan kemudian meniru bentuk alam, proses, dan ekosistem, untuk membuat desain yang berkelanjutan. Pada akhirnya biomimikiri memiliki potensi untuk mengubah pandangan kita terhadap dunia begitu juga desain kita. “When we look at what is truly sustainable, the only real model that has worked over long periods of time is the natural world” – Janine M. Benyus (Ketika kita melihat apa yang benar-benar berkelanjutan, satu-satunya model nyata yang telah bekerja dalam jangka waktu yang lama adalah alam) Benihbunbun punya produknya juga loh, dan kamu bisa checkout langsung di website ini: Lihat produk benihbunbun lainnya dengan cara klik tombol dibawah ini: Benih Unik Craft Kit Hari Raya Koleksi Benih Bibit Paket Menanam Produk Olahan Promo Khusus Produk Harga Sale Undangan Acara Layanan konsultasi Setiap pembelian produk benihbunbun maka akan mendapatkan fasilitas konsultasi tanam menanam dengan tim ahli kami Hubungi Kami Kontak kami Whatsapp Instagram Camp Garden BenihbunbunKampung Areng, Desa Wangunsari, Lembang, Bandung Barat – Jawa Barat – Indonesia

Pendekatan Biomimikri Pada Penemuan Velcro Read More »

Jambu Bol Sebagai Antidiabet?

Jambu bol (Syzygium malaccense (L.) Merr & Perry) merupakan tanaman buah tahunan kerabat jambu-jambuan. Buah jambu bol memiliki tekstur daging yang lebih lembut dan lebih padat dibandingkan dengan jambu-jambuan lainnya.Selain dikonsumsi, hasil penelitian yang dilakukan oleh Fauziah et al. (2019) menunjukkan bahwa kayu batang jambu bol dapat digunakan sebagai sumber antioksidan yang baru, dengan aktivitas antioksidan yang sangat kuat. Kandungan metabolit sekunder dalam kayu batang jambu bol antara lainfenol, alkaloid, saponin, tannin, flavonoid, kuinon dan steroid. Dalam ekstrak etanol setidaknya ada sepuluh senyawayang berpeluang sebagai sumber sifat antioksidan dari kayu batang jambu bol tersebut. Fitokomia dari ekstrak batang pohon jambu bol dapat dijadikan sebagai obat antidiabet (Fauziah et al. 2019). Benihbunbun punya produknya juga loh, dan kamu bisa checkout langsung di website ini: Lihat produk benihbunbun lainnya dengan cara klik tombol dibawah ini: Benih Unik Craft Kit Hari Raya Koleksi Benih Bibit Paket Menanam Produk Olahan Promo Khusus Produk Harga Sale Undangan Acara Layanan konsultasi Setiap pembelian produk benihbunbun maka akan mendapatkan fasilitas konsultasi tanam menanam dengan tim ahli kami Hubungi Kami Kontak kami Whatsapp Instagram Camp Garden BenihbunbunKampung Areng, Desa Wangunsari, Lembang, Bandung Barat – Jawa Barat – Indonesia

Jambu Bol Sebagai Antidiabet? Read More »

Selain Dikonsumsi, Apa Saja Manfaat Tanaman Singkong?

Sejak dahulu, tanaman singkong sudah sangat akrab dengan kultur budaya negara Indonesia. Selain karena umbi batangnya yang mudah didapatkan dan menjadi bahan pokok pangan, tanamannya pun mudah dibiakkan, cukup dengan menancapkan batang pada tanah dan tanaman singkong akan tumbuh. Sedangkan daunnya sudah kita kenal sebagai pelengkap olahan sayur maupun lalapan. Meski untuk kebutuhan pangan, dari kajian etnobotani, tanaman singkong dikelompokkan juga sebagai tanaman obat rumah tangga. Berbagai riset telah menelaah terkait kebermanfaatan tanaman singkong. Salah satunya sebagai alternatif biofuel. Dalam hal ini umbi singkong dikupas lalu dihancurkan menjadi bubur dan diferementasi yang nantinya menhasilkan ethanol sebagai kebutuhan biofuel (Bakky et al. 2019). Beberapa juga dilakukan pada limbah tepung singkong atau disebut dengan thippi yang dapat dimanfaatkan sebagai produksi ethanol (Pothiraj et al. 2015). Sari dari umbi singkong juga diyakini memiliki kemampuan yang baik sebagai masker wajah kecantikan. Menurut Ambarwati (2012), dalam penelitiannya menunjukkan bahwa menggunakan masker sari singkong kuning secara berkala seminggu sekali selama satu bulan, dapat menurunkan kadar minyak dalam wajah. Daun singkong diketahui mengandung senyawa bioflavonoid rutin, sedangkan dari rutin dapat diperoleh senyawa bioflavonoid kuersetin dengan cara menghidrolisisnya. Semenjak tahun 1991 telah dilakukan berbagai penelitian yang berkaitan dengan daun singkong sebagai sumber rutin dan kuersetin, mulai dari aspek budidaya, teknologi isolasi dari skala laboratoriurn dan skala pilot, bioaktivitas, prefomulasi, famakokinetik dan forrnulasi sediaan obat dan kosmetik, serta sebagai antioksidan minyak dan zat pengatur tumbuh. Selain itu, hasil samping isolasi rutin dan kuersetin telah pula diteliti sebagai pakan ternak dan bahan pangan (Bakhtiar 2007). Kulit singkong yang umumnya menjadi limbah ternyata dapat dimanfaatkan. Menurut Maulinda dan Sari (2017), kulit singkung memiliki kemampuan sebagai carbon aktif. Kulit singkong pun dapat dijadikan arang briket sebagai pengganti bahan bakar alternatif (Leguinja 2017). Benihbunbun punya produknya juga loh, dan kamu bisa checkout langsung di website ini: Lihat produk benihbunbun lainnya dengan cara klik tombol dibawah ini: Menu Beranda Benihbunbun Edugreen Wisata Benihbunbun Eco Green Souvenir Mini Bun Farm (Rumah Kelinci Lembang) Artikel Tentang Kami Profil Program Review Kontak FAQ Produk dan Pembayaran Biodegradable Pot Home Gardening Corporate Kit & Event Solution Educational & Children Craft Kit Konfirmasi Pembayaran Bahasa English Chinese Japanese Arabic Indonesia Layanan konsultasi Setiap pembelian produk benihbunbun maka akan mendapatkan fasilitas konsultasi tanam menanam dengan tim ahli kami Hubungi Kami Kontak kami Whatsapp Instagram Camp Garden BenihbunbunKampung Areng, Desa Wangunsari, Lembang, Bandung Barat – Jawa Barat – Indonesia

Selain Dikonsumsi, Apa Saja Manfaat Tanaman Singkong? Read More »

Yuk Menanam Biji Lerak, Sabun Cuci Ramah Lingkungan

sudah sering dengar tentang sabun lerak? sabun ini kian digemari karena ramah lingkungan. Kandungan saponin pada tanaman lerak terutama buahnya, menjadi alternatif terbaik sebagai sabun multiguna: sabun pembersih lantai, sabun cuci piring, sabun cuci baju, dan lain-lain. Kenapa Sabun Lerak? Sabun ini akan menggantikan peranan sabun kimia yang sering di pakai oleh masyarakat Indonesia. Morfologi lerak sendiri berupa semak atau pohon yang tumbuh di daerah temperate dan tropical. Ia bersifat evergreen atau deciduous. Tata daun alternate atau bersilangan dan buahnya berbentuk drupe yang berisi satu hingga tiga bakal biji. Lerak termasuk suku Sapindaceae dengan jenis yang beragam, akan tetapi ada dua spesies asli Asia Tenggara di antaranya : Sapindus rarak DC dan Sapindus emarginatus Vahl. (Quattrocchi, 2000). Di Indonesia, nenek moyang dulu sudah dekat dengan tanaman lerak ini. Buahnya, dimanfaatkan sebagai sabun cuci rambut untuk keramas juga sabun cuci baju. Seiring berjalannya waktu, dibuatlah sabun kimia sintesis yang lebih murah harga produksinya. Tentu, diiringi pula dengan iklan dan slogan menggiurkan dari yang efektif bersihkan noda, busa yang banyak, dll, sehingga sabun lerak tergantikan posisinya. Padahal residu dari sabun sintesis kimia menjadikan lingkungan terutama perairan semakin tidak bersahabat. Seperti bisa kita lihat dari banyaknya gelembung putih busa di kolam/kali di sekitar kita, atau ikan-ikan yang tak lagi mudah ditemukan di perairan. Tidak hanya bagi lingkungan, buah lerak diklaim ramah pada serat kain pakaian. Hal ini menjadikanb, sabun lerak masih kian digemari oleh pengguna pakaian batik. Kain batik agar tidak mudah pudar, dicuci menggunakan sabun lerak. Dari hal ini, penggunaan serupa untuk pencucian popok kain seperti clodi (cloth diaper). Residu sabun lerak lebih minim ketimbang sabun deterjen pada umumnya. Sehingga diyakini bahwa popok kain agar daya resapnya tetap terjaga, dianjurkan menggunakan sabun lerak. Dari penelitian kedokteran gigi, disebutkan bahwa sabun lerak sebagai foaming agent pasta gigi, menjadi alternatif terbaik daripada penggunaan SLS. Museum-museum pun masih banyak yang menggunakan sabun cuci lerak sebagai perawatan benda-benda logam bersejarah. Kabar baiknya, banyak pula yang membuktikan bahwa sabun lerak lebih ramah di kulit tangan terutama bagi kulit tangan yang sensisitif.  Yuk Tanam Lerak! Untuk memulai tanam lerak, kita bisa terlebih dahulu mencari buah lerak. Kita bisa temukan buah lerak di marketplace online. Hubungi penjual dan berikan pesan bahwa kita menginginkan buah lerak yang fresh/baru panen. Biji buah lerak termasuk relaksitan sehingga jika disimpan kemampuan daya tumbuh biji akan hilang. Jika sudah mendapat buah lerak, pisahkan buah dan bijinya. Buah lerak memiliki tekstur agak lengket dan cukup keras. Untuk mengambil bijinya, robek daging buah dengan pisau atau gunting tajam. Jika masih kesulitan, dapat rendam dulu buah ke dalam air selama semalam agar daging menjadi lebih lunak. Segera tanam biji pada media tanah. Jangan terlalu dalam atau cukup dikedalaman 1-2 cm. Sekitar 3-4 minggu biji akan mulai berkecambah. Mudah bukan? Sekarang kita bisa memanfaatkan pula daging buahnya sebagai sabun organik ramah lingkungan. Cara Membuat Sabun Lerak rebus 1 kg buah lerak dalam 5 liter air sampai mendidih. lalu diamkan sampai hangat kuku. remas-remas daging buahnya. hasil rebusan bisa kita simpan. 1 tutup botol rebusan lerak bisa dilarutkan dalam 1 liter air saat akan digunakan. sisa remasan daging buah lerak dapat dimasukkan pada kantung/pouch berbahan blacu/kanvas yang kemudian diletakkan pada mesin cuci. gunakan sampai lerak tidak mengeluarkan busa lagi. jika merasa kurang nyaman dengan aroma lerak, untk sabun cuci piring bisa kita campurkan kulit jeruk, atau pada mesin cuci bisa ditambahkan essense alami sereh atau lainnya. beberapa praktisi mencampurkan sereh dan kulit jeruk dalam rebusan lerak agar aroma lerak tidak terlalu menyengat. https://www.youtube.com/watch?v=9HfLRyikijwhttps://www.youtube.com/watch?v=5tOLUiDetXI Benihbunbun punya produknya juga loh, dan kamu bisa checkout langsung di website ini: Lihat produk benihbunbun lainnya dengan cara klik tombol dibawah ini: Benih Unik Craft Kit Hari Raya Koleksi Benih Bibit Paket Menanam Produk Olahan Promo Khusus Produk Harga Sale Undangan Acara Layanan konsultasi Setiap pembelian produk benihbunbun maka akan mendapatkan fasilitas konsultasi tanam menanam dengan tim ahli kami Hubungi Kami Kontak kami Whatsapp Instagram Camp Garden BenihbunbunKampung Areng, Desa Wangunsari, Lembang, Bandung Barat – Jawa Barat – Indonesia

Yuk Menanam Biji Lerak, Sabun Cuci Ramah Lingkungan Read More »

Menanam Biji dari Mangga Ternyata Mudah, ini dia caranya

Siapa yang ga suka mangga? Buat kamu yang suka ngerujak pasti mangga mentah selalu sedia, dan buat kamu yang suka manis seger banyak pula varian jenis mangga. Ahhh kalau udah masuk peralihan kemarau hujan udh siap banget tuh panen mangga. Yap karenaasa berbunga nya pas di saat panas-panas kemarau. Jadi buat kamu yang tinggal di daerah dingin atau dataran tinggi, perawatan pohonangga pun jadi lebih intens. Nah, berhubung mangga nya sudah ada nih, sekarang kita mencoba untuk mandiri panen mangga alias menikmati proses memiliki tanaman mangga dari bijinya. Yuk simak, apa aja yang harus disiapkan? Menanam Biji Mangga Setelah menikmati buah mangga, bila biji dan jemur hingga kering. Karena kulitnya yang tebal, biji mangga setelah kering dapat dibuka kulitnya dan tampak isinya seperti pada gambar diatas. Isian dalam kulit biji adalah kotiledon. Kotiledon ini yang nantinya akan menumbuhkan calon daun dan calon akar. Siapkan polibag semai dengan media tanah dan pupuk yang gembur. Tanam kotiledon pada media semai dan jangan terlalu dalam. Kemampuan tumbuh biji berbeda beda meskipun satu jenis tanaman. Untuk jenis mangga ini biasanya mulai berkecambah pada usia 3-4 minggu. Memindahkan Ke Tempat Yang Lebih Besar Tunggu sampai berdaun 7-8 boleh dipindahkan ke pot yang lebih besar. Jika sudah 50 cm tingginya kurang lebih, boleh dipindahkan ke lahan luas. Daun muda mangga cukup digemari ulat bulu. Dan karena pertumbuhannya berasal dari biji maka akar yang dimiliki pun terdapat akar utama sehingga lebih cocok di tanam di lahan dan bukan pot. Jika ingin menanam pohon mangga di pot alias tabulampot (tanaman buah dalam pot) maka bisa menanam pohon yang asalnya dari cangkok atau stek batang. Nah ternyata mudah ya, yuk bisa kita coba di rumah karena menyenangkan sekali bisa melihat proses pertumbuhan dan perjalanan sebuah mangga sampai ke perut kita. Semoga bermanfaat! Benihbunbun punya produknya juga loh, dan kamu bisa checkout langsung di website ini: Lihat produk benihbunbun lainnya dengan cara klik tombol dibawah ini: Benih Unik Craft Kit Hari Raya Koleksi Benih Bibit Paket Menanam Produk Olahan Promo Khusus Produk Harga Sale Undangan Acara Layanan konsultasi Setiap pembelian produk benihbunbun maka akan mendapatkan fasilitas konsultasi tanam menanam dengan tim ahli kami Hubungi Kami Kontak kami Whatsapp Instagram Camp Garden BenihbunbunKampung Areng, Desa Wangunsari, Lembang, Bandung Barat – Jawa Barat – Indonesia

Menanam Biji dari Mangga Ternyata Mudah, ini dia caranya Read More »

Ternyata Sampah Kertas di Indonesia Masih Belum Cukup

Membahas tentang sampah memang ga pernah ada habisnya. Segiat apapun aktivis lingkungan, sebesar apapun anggaran biaya untuk kebersihan lingkungan, semuanya ga akan berpengaruh jika penghuninya masih belum aware sama sampah. Hasrat kita sebagai manusia, sebagai penghuni bumi, sebagai makhluk ciptaan Tuhan, sampai kapan mampu mengendalikan hasratnya untuk minimal jaga baik-baik sampah yang sudah kita hasilkan. Contohnya sampah kertas. Kali ini bunbun riset Pustaka dari data-databyang pernah diambil oleh berbagai intansi serta yayasan aktivis lingkungan. Ternyata dari riset, sampah terbanyak adalah sampah organik alias sampah dari sisa makanan atau limbah olahan masakan dapur, restoran dan sejenisnya. Teman-teman tentu sudah bisa membayangkan dan memaknai sendiri mengapa justru sampah organik yang paling banyak. Di urutan kedua ada sampah kertas. Ternyata sampah kertas dari perkantoran, sekolah, dan media cetak juga turut sumbangsih sampah terbesar. Padahal nih sampah kertas justru dibutuhkan oleh pabrik-pabrik kertas untuk didaur ulang. Misal dalam pembuatan kertas Samson/kraft, ragam jenis kardus, dll. Dan yang mengejutkan adalah bahwa pabrik kertas daur ulang masih belum mendapatkan bahan baku sampah kertas yang memadai. Bahkan sampai IMPOR!! Kenapa bisa impor? Yap jawabannya kebiasaan masyarakat Indonesia dalam memilah sampah. Sampah dapur bisa kita kumpulkan lalu dijadikan pupuk kompos. Kalau bingung pupuk kompos buat apa karena rumah sempit atau tidak suka menanam mungkin, kita bisa kasih ke tetangga yang suka menanam. Sampah kering yang bisa didaur ulang, kita bisa kirim ke bank sampah. Sampah kering yang tidak bisa didaur ulang, bisa kita jadikan ecobrick. Intinya sebisa mungkin, seminim mungkin, sampah yang kita hasilkan, sampah yang keluar dari rumah, terus menurun setiap harinya. Jangan sampai menyalahkan petugas sampah karena merasa kita sudah pilah sampah tapi akhirnya disatuin. Justru sebelum petugas datang, kita sudah siapkan yg dibawa ke TPA (Tempat Pembuangan Akhir) ya sampah yang betul-betul tidak bisa didaur ulang. Yang lainnya kita alokasikan masing-masing ditempatnya yang lebih bermanfaat seperti yang sudah disebutkan diatas. Ini salah satu data dari masyarakat provinsi Jakarta. 55% di tahun 2016, masyarakat masih bingung dikemanakan sampahnya. Untuk sampah kertas, benihbunbun menyediakan tempat untuk teman-teman yang ikut peduli lingkungan dan sesama penghuni bumi. Mekanisme nya teman-teman yang memiliki sampah kertas seperti kertas bekas hvs, koran, majalah, dari sekolah maupun perkantoran, bisa diantar atau kirim ke rumah produksi kami di Camp Garden Benihbunbun. InsyaAllah ada poin dari setiap pengumpulan kertas ke kami. Serta dari poin tersebut dapat ditukarkan dengan reward menarik. Untuk info lebih lanjut silahkan hubungi kami di ikon pojok kanan bawah ya. Selamat belajar menjadi lebih bijak dalam memilah sampah. Minimal buatlah regulasi sampah di rumah kita sendiri❤ Kontak kami Whatsapp Instagram Camp Garden BenihbunbunKampung Areng, Desa Wangunsari, Lembang, Bandung Barat – Jawa Barat – Indonesia

Ternyata Sampah Kertas di Indonesia Masih Belum Cukup Read More »

Panen Kangkung Berkali-kali, Apakah Berbahaya?

Di masa pandemi ini, membuat aktivitas di rumah menjadi beragam. Dari yang awalnya rumah cuman sebagai tempat rehat pulang dari kantor, kini karena WFH, rumah menjadi pusat aktivitas keluarga. Akhirnya mencari kegiatan baru yang asik dan menyenangkan. Yap salah satunya menanam. Menjadikan ketahanan pangan ala rumah adalah alternatif terbaik di masa seperti saat ini. Bagi yang memiliki halaman luas, tentu akan menyiapkan tanah pupuk untuk berkebun. Untuk rumah yang tidak memiliki halaman/sempit, akan memilih menanam dengan hidroponik kit sederhana. Bahkan, sembari menyelam minum air, piara ikan dan menanam (aquaponik / budikdamber) jadi satu alternatif paket hemat yang sangat menarik. Jenis tanaman sayuran yang hampir disukai semua kalangan, salah satunya adalah sayur kangngkung. Menariknya lagi, menanam kangkung pun bisa dipanen berkali-kali. Cukup petik kangkung sampai 5cm diatas akar, kemudian batang yang tertinggal akan menumbuhkan cabang batang dan daun baru. Kamu pun bisa panen lagi! Wuaaahhh.. Ettttsss.. Tunggu dulu…. Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh mahasiswa kedokteran Universitas Brawijaya yang dibimbing oleh salah satunya dosen pertanian, ternyata panen berkali-kali dari tanaman kangkung memiliki kandungan yang kurang baik dari panen yang pertama loh.. Hampir setiap tanaman meiliki kandungan purin, kadarnya pun berbeda-beda. Termasuk kangkung. Pada saat panen pertama, kita memetik tanaman kangkung kemudian menyisakan bagian akar dan sedikit batang yang tertinggal. Ternyta untuk proses tumbuh batang dan daun baru, akar menyerap unsur hara dalam tanah akar dan akan dibawa ke seluruh tubuh tanaman. Sedangkan purin terbentuk dari hasil sintesis oleh tubuh tanaman itu sendiri. Akar menyerap senyawa/unsur-unsur pembentukan purin. Sehingga, pada saat tumbuh kali kedua, purin yang sebelumnya terdapat di akar dan batang sisa panen, akan bersatu dengan purin yang baru terbentuk. Begitulah, sehingga dikatakan kangkung panen kedua memiliki kandungan purin lebih besar dari panen pertama. Kemudian kandungan purin panen ketiga pun lebih besar dari panen kedua, dst. Bahkan, sempat disampaikan, karena purin harus diwaspadai bagi penderita asam urat, jika ingin memanen panen cukup 3-5x / 2 minggu, atau lebih baik tidak boleh dari 3x panen. Penumpukan kadar purin pun bisa dilihat dari kecepatan tumbuh kangkung. Meskipun ada pula yang mengklaim bahwa kandungan purin pada tanaman sayuran tidak cukup kadarnya untuk menyebabkan asam urat, namun kaan lebih baik jika kita bijak dalam mengkonsumsi makanan sehat dan segar. Benihbunbun punya produknya juga loh, dan kamu bisa checkout langsung di website ini: Lihat produk benihbunbun lainnya dengan cara klik tombol dibawah ini: Benih Unik Craft Kit Hari Raya Koleksi Benih Bibit Paket Menanam Produk Olahan Promo Khusus Produk Harga Sale Undangan Acara Layanan konsultasi Setiap pembelian produk benihbunbun maka akan mendapatkan fasilitas konsultasi tanam menanam dengan tim ahli kami Hubungi Kami Kontak kami Whatsapp Instagram Camp Garden BenihbunbunKampung Areng, Desa Wangunsari, Lembang, Bandung Barat – Jawa Barat – Indonesia

Panen Kangkung Berkali-kali, Apakah Berbahaya? Read More »

Apa itu Herbs, Rempah, dan Herbal?

Selama ini yang kita ketahui sebutan herbs melekat pada masakan orang asing. Bahkan dari segi asing pun herbs sudah seperti rempah masakan. Apa sih herbs itu? Apakah beda dengan rempah? Lalu yang disebut herbal itu seprti apa? Herbs Herbs adalah sebutan untuk jenis daun atau kelopak bunga yang karena aroma dan rasanyanya, kemudian diambil dan dicampurkan dalam bahan masakan. Sepertinya Parsley, Rosemary, Thyme, dll. Bahkan sebenarnya tradisi menggunakan herbs dalam masakan itu bukan hanya dari negara asing loh. Seperti Kemangi sudah pasti jadi pelengkap lalap atau bahkan pepes. Ada juga nih, daun Ketumbar namanya. Ternyata sekarang sedang banyak digemari juga. Dan tanaman herbs ala indonesia itu pun juga sudah biasa kita temui sehari-hari. Rempah (Spices) Nah, rempah adalah pelengkap bahan masakan. Sebutan rempah adalah jenis biji, akar, bunga kering, batang, rimpang dan buah yang karena aroma dan rasanya, sehingga diambil dan diolah dalam bahan masakan. Seperti biji ketumbar, buah pala, rimpang jahe, batang kayu manis, dll. Herbal Sedangkan Herbal kita kenal untuk sebutan jamu tradisional. Berbagai macam rempah dan daun-daun tanaman berkhasiat yang sudah dikeringkankan kemudian diolah menjadi seduhan. Bahkan banyak yang sudah diolah cukup menggunakan ekstraknya kemudian menjadi bentuk syrup yang siap dikonsumsi. Nah, meskipun pehaman tersebut tidak bisa dipatenkan menjadi sebuah definisi. Paling tidak kita bisa tau bahwa ada banyak sekali tanaman-tanaman yang sudah sering kita jumpai. Begitu pun dengan pengolahannya ada yang segar kemudian langsung diolah, adapula yang harus dikeringkan dulu baru bisa diolah. Sekarang benihbunbun juga mengembangkan produk herbs kering loh, dan pastinya sedia juga benih dan bibit tanaman herbsnya.. Benihbunbun punya produknya juga loh, dan kamu bisa checkout langsung di website ini: Lihat produk benihbunbun lainnya dengan cara klik tombol dibawah ini: Benih Unik Craft Kit Hari Raya Koleksi Benih Bibit Paket Menanam Produk Olahan Promo Khusus Produk Harga Sale Undangan Acara Layanan konsultasi Setiap pembelian produk benihbunbun maka akan mendapatkan fasilitas konsultasi tanam menanam dengan tim ahli kami Hubungi Kami Kontak kami Whatsapp Instagram Camp Garden BenihbunbunKampung Areng, Desa Wangunsari, Lembang, Bandung Barat – Jawa Barat – Indonesia

Apa itu Herbs, Rempah, dan Herbal? Read More »