BenihBunbun

artikel

Bikin Herbs Kering Ala Kamu Yuk, Gampang Banget!

Hal paling menyenangkan setelah menanam sudah pasti adalah waktu panen nya. Sajian herbs dalam makanan sering kita jumpai di menu restoran asing. Meskipun dalam makanan Indonesia memang sangat awam menggunakan herbs, tidak ada salahnya jika kita mencoba memanfaatkan herbs yang kita tanam lalu kita olah jadi campuran makanan dalam rumah, karna khasiatnya memang sangat bagus dan juga memiliki aroma yang khas jika ditambahkan dalam makanan. Di artikel sebelumnya kita pernah bahas tentang perbedaan herbs, rempah, dan herbal. Kali ini, kita akan memaparkan cara mudah untuk mengawetkan hasil panen tanaman kita, salah satunya tanaman herbs. Biasanya, parsley segar dijadikan toping pelengkap menu makanan. Meskipun sebenarnya bisa saja jadi pengganti seledri dalam campuran sop kita, meskipun jadi campuran, tentu tidak banyak yang digunakan. Sedangkan tanaman parsley jika menua di tanamannya lama kelamaan menjadi kuning, kalaupun kita petik belum tentu dapat kita olah saat itu juga, kalau menyimpan di kulkas atau dibiarkan begitu saja, lama kelamaan juga akan layu dan hilang aromanya. Lalu bagaimana? Yap, sedia payung sebelum hujan. Kita awetkan hasil panen kita agar terjaga khasiatnya dan dapat kita konsumsi di kemudian hari. Metode pengawetan paling mudah dengan melakukan teknik pengeringan. Biasanya kalau skala besar, pengawetan terbaik dengan menggunakan alat dehidrator. Etttsss tenang aja, dengan skala rumah kita dapat melakukannya dengan lebih mudah. Di artikel sebelumnya pun pernah di bahas secara ilmiah tentang beberapa metode pengeringan. Ada 3 cara dan dari ketiga tersebut masing-masing memiliki kekurangan dan kelebihan. Berikut metode praktis mengawetkan herbs ala benihbunbun, dan pastinya kita semua di rumah pun bisa mempraktekan nya. Petik daun yang bagus sampai tangkainya minimal sepanjang 5-7 cm (tidak perlu mencabut tanaman nya sampai akar). Cuci satu persatu dengan air mengalir. Tidak perlu menggunakan sabun kecuali jika tanaman kita disemprotkan pestisida. Jika sudah dicuci bersih, tiriskan dengan wadah beralaskan bambu seperti tampah. Karena lebih cepat membantu pengeringan dibanding wadah berbahan plastik. 4. Jika sudah dicuci bersih artinya sudah steril sehingga jauhkan dari tempat yang memungkinkan dihinggapi lalat atau serangga lainnya. Jauhkan pula dari tempat yang memungkinkan terkena debu. Dan letakkan di tempat yang tidak lembab agar tidak berjamur. 5. Jika sudah cukup kering (tidak basah), satukan tangkai-tangkai daun 10-20 atau secukupnya kemudian diikat dan ditali ke pengait/gantungan. Dengan dijemur gantung angin-agin dan cukup terkena matahari meski dari ventilasi, dapat menjaga aroma khas dari herbs tersebut begitu juga dengan warnanya. 6. Lama pengeringan tergantung seberapa banyak yang diikat dan suhu ruangan tempat penjemuran. Jika sudah dirasa kaku, pilih daun-daun yang hijau nya bagus, kemudian pisahkan dari tangkainya. 7. Untuk mencacah hingga hancur, bisa menggunakan alat tumbuk atau mesin praktisnya gunakan blender. Simpan di wadah tertutup dan berikan silica gel untuk meminimalisir adanya jamur atau bakteri. Gimana? Mudah bukan? Selain herbs kering, metode ini bisa kita gunakan untuk hasil panen lainnya, misal daun kelor yang nantinya bisa kita jadikan seduhan teh. Dan masih banyak lagi. Seperti yang kita ketahui sebenarnya metode pengeringan ini sudah sedari dulu dilakukan oleh leluhur kita. Iya betul, pengeringan dilakukan untuk pembuatan jamu tradisional. Jadi, yuk kita coba praktikan dirumah! Benihbunbun punya produknya juga loh, dan kamu bisa checkout langsung di website ini: Lihat produk benihbunbun lainnya dengan cara klik tombol dibawah ini: Benih Unik Craft Kit Hari Raya Koleksi Benih Bibit Paket Menanam Produk Olahan Promo Khusus Produk Harga Sale Undangan Acara Layanan konsultasi Setiap pembelian produk benihbunbun maka akan mendapatkan fasilitas konsultasi tanam menanam dengan tim ahli kami Hubungi Kami Kontak kami Whatsapp Instagram Camp Garden BenihbunbunKampung Areng, Desa Wangunsari, Lembang, Bandung Barat – Jawa Barat – Indonesia

Bikin Herbs Kering Ala Kamu Yuk, Gampang Banget! Read More »

Mengapa Buah di Musim Kemarau lebih manis?

Halo sahabat bunbun! Makan buah apa hari ini? Hmmmm buah itu memang nikmat dan menyegarkan, apalagi kalau dinikmati di musim kemarau dan panas seperti saat ini. Nah, ada cerita menarik nih. Jadi waktu itu, ada warga di kampung sini, yang panen pepaya di halaman rumahnya. Lalu beliau bilang, kalau pepaya nya mah ga akan manis pan musim hujan. Yang enak mah musim kemarau. Lalu dari situ, agak bertanya-tanya sih, kenapa kok bisa begitu? Se hafal itu sama rasa dan pengaruhnya oleh musim? Sampai akhirnya, kita nyobain sendiri nih. Dua kali musim nyobain rasa dari buah semangka, pepaya, dan tomat. Karena hampir dua bulan sekali beli semangka, dan di halaman rumah nanem pepaya dan tomat, akhirnya cukup mengenali rasa di beda musim. Semangka di musim kemarau yang kita beli di pasar dan di kota, rasanya manis sangat manis. Ketika di musim hujan, di tempat yang sama, semangkanya banyak airnya, tapi kurang manis bahkan mendekati hambar. Begitu juga dengan pepaya dan tomat. Bahkan ketika kita ke kebon tomat ceri yang ditanam di perbukitan saat musim kemarau, rasanya manis sekali ya bisa dikatakan tomat hasil dari tanaman yang jarang disiram air. Akhirnya karena sudah membuktikan sendiri, kita cari literatur dan diskusi ke kawan-kawan bunbun yang memahami tentang fisiologis tanaman. Jadi analoginya begini nih… Di musim kemarau atau musim panas, intensitas cahaya matahari tentu sangat banyak dan pastinya hampir tidak pernah turun hujan. Meskipun petani dengan alat nya sudah giat menyirami tanaman, tentu air yang diserap tanaman tidak sebanyak saat musim hujan. Sehingga, seringnya terpapar matahari, tanaman akan giat melakukan fotosintesis. Dan hasilnya yang berupa glukosa selain nantinya menjadi energi yang dipakai untuk bertahan hidup dan juga metabolisme, sehingga mempengaruhi jumlah kadar senyawa gula (cadangan energi) yang dihasilkan. Nah, ibaratnya seperti gula terlarut dalam satu gelas tentu akan lebih manis dibanding gula yang terlarut dalam satu ember. Sama seperti tanaman, kandungan senyawa gula yang ada pada tanaman ketika musim kemarau dengan kadar serapan air yang dikit, tentu akan membuat buah menjadi lebih manis dibanding tanaman yang banyak menyerap air di musim hujan. Gimana? Sudah sedikit lebih paham kan 😄 meskipun sebenarnya, faktor manisnya buah ga hanya karena musim nya ya.. Mumpung masih musim kemarau nih, yuk nikmati manisnya buah-buah yang ada disekitarmu… Benihbunbun punya produknya juga loh, dan kamu bisa checkout langsung di website ini: Lihat produk benihbunbun lainnya dengan cara klik tombol dibawah ini: Benih Unik Craft Kit Hari Raya Koleksi Benih Bibit Paket Menanam Produk Olahan Promo Khusus Produk Harga Sale Undangan Acara Layanan konsultasi Setiap pembelian produk benihbunbun maka akan mendapatkan fasilitas konsultasi tanam menanam dengan tim ahli kami Hubungi Kami Kontak kami Whatsapp Instagram Camp Garden BenihbunbunKampung Areng, Desa Wangunsari, Lembang, Bandung Barat – Jawa Barat – Indonesia

Mengapa Buah di Musim Kemarau lebih manis? Read More »

Olah Kertas Bekas Spesial Bersama Si Unyil

Sebenernya apa aja sih yang bisa kita lakukan untuk kebaikan lingkungan sekitar? Mengumpulkan Kertas Bekas Ke Bank Sampah Tanpa kita sadari, banyak banget yang ga perlu muluk-muluk dan bahkan bisa kita manfaatkan lagi serta jadi hal yang unik dan bermanfaat. Salah satunya kertas bekas. Kita juga bisa ajak anak-anak untuk peduli dengan lingkungan sekitar dengan membuat kreasi kertas daur ulang menggunakan kertas bekas. Kertas daur ulang dengan bahan kertas bekas, meski tidak terlalu apik, tapi bisa dipakai lagi untuk menulis. Bahkaaann….. Yang lebih menarik lagi, kita bisa selipkan biji-bijian dalam pembuatannya, sehingga ketika udai dimanfaatkan, bisa ditanam danenumbuhkan tanaman. Ini juga sebagai edukasi pentingan tanaman di lingkungan sekitar kita. Membuat Kertas Benih Yuk ah, simak video nya ya https://youtu.be/C0i6d_TGzds Gimana gampang kan? Dan kalau mau lebih detailnya lagi, bisa loh ajak owner bunbun untuk sharing dalam pembuatannya. Koleksi lainnya bisa intip instagram kami di @benihbunbun Benihbunbun punya produknya juga loh, dan kamu bisa checkout langsung di website ini: Lihat produk benihbunbun lainnya dengan cara klik tombol dibawah ini: Benih Unik Craft Kit Hari Raya Koleksi Benih Bibit Paket Menanam Produk Olahan Promo Khusus Produk Harga Sale Undangan Acara Sharing session ingin bercerita lebih banyak bersama kami seputar tips dan trik menanam, benda disekitar kita, kompos, olah sampah, atau bahkan membuat keasi dari kertas daur ulang Hubungi Kami Kontak kami Whatsapp Instagram Camp Garden BenihbunbunKampung Areng, Desa Wangunsari, Lembang, Bandung Barat – Jawa Barat – Indonesia

Olah Kertas Bekas Spesial Bersama Si Unyil Read More »

Panen Kacang Kedelai, Bikin Tempe di Rumah yuk!

Siapa yang tidak suka tempe? Bahan olahan dari kacang kedelai ini sangat digemari bahkan bisa dikatakan tidak ada yang tidak suka tempe. Jika kamu menanam kancang kedelai dirumah lalu panen, kamu bjuga bisa loh membuat tempe ala kamu! Tempe : Kacang-Kacangan Atasi Stress “Stress dan gampang marah bikin cepet mati. Ternyata, pemeo ini ada benarnya! Dr. Charles Krebs menjelaskan hubungannya dalam bukunya Nutrisi Tepat Otak Optimal. Ketika stress, tubuh meningkatkan produksi hormon kortisol dan adrenalin. Konsentrasinya belum akan turun jika stress tidak terkelola dengan baik. Padahal, kadar kortisol dan adrenalin yang terus-menerus memuncak mengakibatkan lonjakan frekuensi denyut jantung dan tekanan darah, serta menghambat memori. Ujung-ujungnya, resiko menderita radang lambung, hipertensi, penyakit jantung koroner, pelupa, serta resiko stroke, dan serangan jantung. Menurut Krebs, nutrisi yang bisa meredam akibat buruk ini adalah vitamin B1, B2, B3, seng, dan selenium. Sumber berlimpah adalah polong-polongan, seperti kacang merah, kacang hijau, kacang kedelai/edamame, kacang toko, dan tempe.” Manfaat Tempe “Mencegah kanker terutama kanker payudara dan kanker prostat. Genistein dalam kedelai menghambat kemampuan hormon estrogen dalam merangsang perubahan jaringan payudara menjadi ganas dan memiliki khasiat antihormon mencegah/menghambat pertumbuhan kanker prostat. Rajin menyantap tempe memangkas resiko 40-65%” (bukan gorengan >.<) “Menyelamatkan arteri. Dengan cara menurunkan hingga 21% kadar kolesterol tinggi dalam waktu 3 minggu, menghambat oksidasi kolesterol jahat LDL, meningkatkan kadar kolesterol baik HDL sebanyak 15%, serta menekan pembentukan trigliserida.” “Mengatur gula darah. Kandungan asam amino glisin dan arginin dalam kedelai membantu meningkatkan efisiensi indulin dalam mengendalikan kadar gula darah. Kemampuan ini menjadikan tempe sebagai makanan pencegah diabetes.” “Membangun tulang-tulang lebih kuat. Mengonsumsi kalsium tempe tidak mengakibatkan pengurasan simpanan kalsium tulang. Jika kita mengandalkan konsumsi kalsium dari daging, susu sapi, atau makanan hewani lainnya, pH darah dan jaringan tubuh akan merosot. Untuk menormalkannya, tubuh harus mengambil stok kalsium tulang sebanyak 50 mg per hari. Bayangkan apa yang terjadi dalam 20 tahun? Dengan mengkonsumsi kalsium tempe, tabungan kalsium tulang justru terus bertumpuk karena tidak ada pengurasan stok kalsium.” Membuat Tempe Ternyata membuat tempe itu mudah loh, dan kita bisa praktekin sendiri dan menikmati hasilnya.   Bahan yang kita butuhkan cuman kacang kedelai dan ragi tempe. Pertama, rendam kacang kedelai dalam air selama kurang lebih 8 jam. Hal ini dilakukan agar kacang mengembang dan empuk nantinya.     Setelah itu buang air dan rebus dengan air baru sampai mendidih dan biarkan mendidih beberapa menit. Lalu, setelah itu matikan kompor dan biarkan dingin. Jika sudah dingin, remas-remas kedelai sampai semua selaput kulitnya lepas dari kacang. Setelah kulit kacang lepas, jumlah kedelai pun terlihat lebih banyak. nah jika sudah, cuci dengan air baru, lalu rebus kembali kacang kedelai sampai mendidih. Kemudian buang air lalu sangrai kacang sampai kacang dirasa kering atau tidak basah. Jini dilakukan untuk sterilisasi terakhir, jadi sebisa mungkin jangan disentuh dengan tangan ya.. jika sudah, pindahkan kacang ke wadah yang lebar dan diamkan sampai betul-betul kering. Lalu campurkan dengan ragi tempe. Untuk kedelai 1 kg, cukup setengah sendok teh. Jika sudah aduk rata lalu siapkan plastik atau daun pisang untuk membungkus kedelai. Tusuk-tusuk plastik (cukup 10 tusukan sisi depan belakang untuk plastik ukuran 1/4). Simpan di lemari tertutup diamkan kurang lebih 3 hari. Pastikan tidak dibuka buka ya, karena dapat menyebabkan kontaminasi. Dan tempe siap diolah menjadi masakan.     Benihbunbun punya produknya juga loh, dan kamu bisa checkout langsung di website ini: Lihat produk benihbunbun lainnya dengan cara klik tombol dibawah ini: Benih Unik Craft Kit Hari Raya Koleksi Benih Bibit Paket Menanam Produk Olahan Promo Khusus Produk Harga Sale Undangan Acara Layanan konsultasi Setiap pembelian produk benihbunbun maka akan mendapatkan fasilitas konsultasi tanam menanam dengan tim ahli kami Hubungi Kami Kontak kami Whatsapp Instagram Camp Garden BenihbunbunKampung Areng, Desa Wangunsari, Lembang, Bandung Barat – Jawa Barat – Indonesia

Panen Kacang Kedelai, Bikin Tempe di Rumah yuk! Read More »

Tanamanku Stress, Bagaimana Cara mengatasinya?

Ga cuman manusia, ternyata tanaman juga bisa stress loh. Sebutan stress pada tanaman disebabkan karena kurangnya daya adaotasi terhadap lingkungan, namun bisa juga stress karena serangan hama/serangga. Faktor stress ada beragam. Paling sering kita jumpai dan membuat kita panik adalah saat pemindahan bibit ke tempat baru. Biasanya nih, kalau kita membeli bibit tanaman kemudian kita bawa ke rumah kita, ada hal-hal yang harus dilakukan dulu sebelum langsung dipindah ke tempat yang kita inginkan untuk dita namanya bibit tanaman tersebut. Atau kadang, cara pemindahan bibit usai semai yang kemudian dipindah ke pot kurang dilakukan dengan benar. Sehingga stress dan kemudian mati. Etttttssss… Tunggu dulu, ga semua tanaman yang stress akhirnya mati loh. Jika kita langsung mengatasi dengan tepat dan sabar, tanaman yang stress pun lama kelamaan mampu beradaptasi dan menyesuaikan diri di lingkungan yang baru. Pindahkan Bibit Sekaligus dengan Akar dan Tanahnya Usai semai atau jika ingin memindahkan bibit tanaman ke tempat yang baru, ambil bibit beserta akarnya tanpa harus membersihkan tanah-tanahnya. Jadi jika akar sudah banyak dan memenuhi isi pot, ambil semua (seluruh isi pot) tanpa mengubah bentuknya lalu dipindah ke galian tempat yang baru. Pindahkan Bibit ke Tempat Baru di Sore hari Jika sebelumnya bibit tanaman berasal dari pot/polybag kemudian akan diindahkan ke lahan, ada baiknya memindahkan di saat waktu sore hari. Apalagi musim yang terik, meminimalisir saat menyesuaikan lingkungan yang baru tidak terlalu kaget karena akar harus beradaptasi dengan tanah untuk penyerapan air. Namun jika bibit tanaman berasal dari lahan/, kemudian akan dipindah ke lahan baru di lokasi berbeda, meskipun bibit sudah kokoh, akan lebih baik jika dipindahkan dulu di pot/polybag dan diletakkan di tempat teduh. Biasanya pada saat pemindahan bibit dari lahan, akar utama bibit terpotong, sehingga sudah pasti akan mempersulit penyerapan air di lahan baru. Belum lagi dengan panasnya matahari, hal ini akan menambah tingkat stress pada tanaman. Sehingga ada baiknya bibit tanaman di cengceum terlebih dahulu atau dibuat agar kondisi bibit kembali sedia kala. Sehingga saat sudah siap pindah ke lahan baru, bibit tanaman bisa dipindah beserta akar dan tanah-tanah yang ada di pot cengceum-annya. Hal ini juga harus dilakukan jika bibit tanaman didapatkan dari tempat pembelian bibit yang lokasinya berbeda dari rumah kita. Stressing itu wajar Jika sudah melakukan sesuai dua poin diatas, saat nya mengawasi ketahanan bibit tanan yang baru dipindah. Jika tak ada perubahan, berarti tanaman dinyatakan lolos stressing. Namun jika terlihat layu, kemudian merontokkan daunnya, nah… Ini yang harus diperhatikan. Stressing itu wajar, jadi jangan panik. Tanaman awalnya tumbuh segar setelah pemindahan, masuk hari kedua dan ketiga, daun mulai rontok. Satu hal yang perlu diamati, jika rontok tapi tidak layu, biarkan saja, jangan dipindah-pindah lagi, amati tanaman tersebut setiap hari, jika masih tidak layu, artinya aman dan sedang berusaha bertahan dari stressing lingkungan. Pastikan diberi pupuk, aman dari hama, dan siram air setiap hari. Jika bibit tanaman mulai rontok dan lesu. Kemudian lama-lama layu dan barang terlihat coklat, artinya tempat tersebut betul-betul tidak cocok dengan tanamannya. Artinya stressing yang dialami taman tidak mampu beradaptasi dengan baik di lingkungan barunya. Atau justru ditambah lagi dengan terserang penyakit/hama. Yang bisa kita lakukan salah satunya pindahkan ke pot/wadah berisi pupuk dan sekam bakar (kalau bisa yang steril) lalu letakkan di tempat teduh. Siram secukupnya (tidak terlalu becek), amati jika batang pada tanaman mulai menghijau atau mulau muncul tunas daun baru, artinya tanaman kembali sehat. Dan sementara biarkan dulu di pot sampai daun cukup banyak. Banyak sekali teknik dan cara yang berdasarkan pengalaman mungkin lebih ampuh daripada teori. Jadi jangan takut untuk memulai belajar menanam. Setiap daerah dengan cuaca dan suhunya, kondisi halaman rumah, menjadi salah satu faktor penting dan menjadikan pula cara penanganannya yang mungkin cukup berbeda pula treatment nya. So, let’s love our plant 🌱 Benihbunbun punya produknya juga loh, dan kamu bisa checkout langsung di website ini: Lihat produk benihbunbun lainnya dengan cara klik tombol dibawah ini: Benih Unik Craft Kit Hari Raya Koleksi Benih Bibit Paket Menanam Produk Olahan Promo Khusus Produk Harga Sale Undangan Acara Layanan konsultasi Setiap pembelian produk benihbunbun maka akan mendapatkan fasilitas konsultasi tanam menanam dengan tim ahli kami Hubungi Kami Kontak kami Whatsapp Instagram Camp Garden BenihbunbunKampung Areng, Desa Wangunsari, Lembang, Bandung Barat – Jawa Barat – Indonesia

Tanamanku Stress, Bagaimana Cara mengatasinya? Read More »

Cara Mudah Semai Biji Buah

Ada yang pernah semai biji buah tapi ga tumbuh-tumbuh? Coba kita amati apa sih faktor nya sampai rasanya udh tanam sesuai cara tapi justru ga tumbuh-tumbuh… Faktor tumbuh Cara tanam hampir sama dengan semai biji bunga atau sayuran. Biji buah-buahan biasanya cukup lama waktu semai nya. Tidak seperti biji sayuran. Sehingga jangan putus asa untuk menunggu, beri tanda, lupakan dulu sejenak, lalu kita akan melihat tanaman baru yang sedang berusaha tumbuh. (Kecambah ukuran besar 😁). Jenis Biji Buah-Buahan Rata-rata jenis biji Buah-Buahan an justru tidak tahan lama disimpan kering atau biasa disebut biji rekalsitran dimana kemampuan daya tumbuhnya pun cepat hilangnya (beberapa hari/beberapa minggu). Seperti Mangga, Rambutan, Kelengkeng, Alpukat, dll. Sehingga akan sangat baik jika setiap kamu usai makan buah, biji dipisahkan lalu langsung tanam. Nah, paling sering dijumpai adalah rasa malas. Terkadang kita sudah menyisihkan bijinya untuk segera tanam, tapi akhirnya terbengkalai danembusuk akhirnya dibuang juga ke tempat sampah. Atau niatnya menyisihkan tapi sudah terlanjur kering dan akhirnya ketika ditanam tak mampu tumbuh. Bunbun punya tips nya nih.. Di rumah, kita bisa sediakan wadah cukup besar untuk menampung pembuangan biji-biji usai konsumsi. Yang di foto, ember bekas yang sudah pecah, jadi bagian bawahnya ada aliran oksigen yang masuk, sedangkan biji-biji yang dibuang pun cukup kubur sedikit maksimal 2 cm. Bahkan paling sering biji cukup dibuang gitu aja dan kini sudah ramai ember semai nya dengan calon-calon tanaman baru. Nanti ketika sudah tumbuh minimal 4-6 daun, baru kita pisahkan ke pot/wadah terpisah. Mudah bukan? Ayo coba tebak, di ember tersebut ada calon tanaman buah apa saja ya? Apel Jeruk nipis Jeruk medan Dewan dari Ceri Salak Dari nama tanaman tersebut bisakah mencocokkan dengan nama bibit yang ada di foto? 😁 Benihbunbun punya produknya juga loh, dan kamu bisa checkout langsung di website ini: Lihat produk benihbunbun lainnya dengan cara klik tombol dibawah ini: Benih Unik Craft Kit Hari Raya Koleksi Benih Bibit Paket Menanam Produk Olahan Promo Khusus Produk Harga Sale Undangan Acara Layanan konsultasi Setiap pembelian produk benihbunbun maka akan mendapatkan fasilitas konsultasi tanam menanam dengan tim ahli kami Hubungi Kami Kontak kami Whatsapp Instagram Camp Garden BenihbunbunKampung Areng, Desa Wangunsari, Lembang, Bandung Barat – Jawa Barat – Indonesia

Cara Mudah Semai Biji Buah Read More »

Undangan Unik edisi NEW NORMAL

Musim pandemi begini, tapi rasanya seperti ga ada apa-apa. Mau bikin acara/hajatan ragu juga jadinya. Tapi pingin ngundang banyak orang NEW NORMAL Nah, di masa NEW NORMAL, ada beberapa protokol yang telah ditetapkan pemerintah sebagai acuan agar menjaga adanya penyebaran virus yang kasat mata itu. Beberapa hal yang harus diperhatikan jika ingin mengadakan acara di musim pandemi seperti saat ini: Lihat badget. Sebaik-baiknya cukup undangan keluarga inti saja, maksimal keluarga besar. Lalu kabarkan pada kawan dan kerabat untuk mendoakan dan memaklumi kondisi pandemi Jika badget ada dan memang sudah mempersiapkan untuk mengundang banyak orang, buat jadwal shift jam tamu undangan. 2 atau 3 shift dengan jam kedatangan yang berbeda. Sampaikan pesan pada calon tamu undangan agar tetap menjalankan protokol kesehatan menghadiri acara Mengundang Tamu di Masa New Normal Lalu, apa saja yang diperlukan untuk menginformasikan dalam mengundang tamu di acara kita? Kirim soft file undangan Membuat media cetak berupa undangan Untuk membuat undangan, ternyata jika memesan dalam jumlah yang sedikit, akan memberatkan kantong banget kita. Sehingga membuat undangan yang berbeda-beda jumlah tiap jadwal shift tamu undangan pun akhirnya berat pula di ongkos. Memesan Undangan di Benihbunbun Nah, di benihbunbun, kita ga perlu khawatir sama yang namanya jumlah cetak undangan. Cukup pesan 500 pcs dengan jadwal shift undangan yang berbeda-beda, dikenai harga yang sama dan pastinya sangat terjangkau. Karena apa? Include: soft file pdf, notes protokol kesehatan, QR denah bahan tebal dengan karton board (bisa pilih warna dan jenis kertas) free kertas benih, edukasi menanam dari kertas daur ulang berbentuk Hati Bahkan ga cuman ngundang aja, kita ikut mengedukasi dan mengajak calon kawan kerabat kita untuk belajar menanam.. Benihbunbun punya produknya juga loh, dan kamu bisa checkout langsung di website ini: Lihat produk benihbunbun lainnya dengan cara klik tombol dibawah ini: Benih Unik Craft Kit Hari Raya Koleksi Benih Bibit Paket Menanam Produk Olahan Promo Khusus Produk Harga Sale Undangan Acara Layanan konsultasi Setiap pembelian produk benihbunbun maka akan mendapatkan fasilitas konsultasi tanam menanam dengan tim ahli kami Hubungi Kami Kontak kami Whatsapp Instagram Camp Garden BenihbunbunKampung Areng, Desa Wangunsari, Lembang, Bandung Barat – Jawa Barat – Indonesia

Undangan Unik edisi NEW NORMAL Read More »

Panen Kangkung Berkali-kali, Apakah Berbahaya?

Di masa pandemi ini, membuat aktivitas di rumah menjadi beragam. Dari yang awalnya rumah cuman sebagai tempat rehat pulang dari kantor, kini karena WFH, rumah menjadi pusat aktivitas keluarga. Akhirnya mencari kegiatan baru yang asik dan menyenangkan. Yap salah satunya menanam. Menjadikan ketahanan pangan ala rumah adalah alternatif terbaik di masa seperti saat ini. Bagi yang memiliki halaman luas, tentu akan menyiapkan tanah pupuk untuk berkebun. Untuk rumah yang tidak memiliki halaman/sempit, akan memilih menanam dengan hidroponik kit sederhana. Bahkan, sembari menyelam minum air, piara ikan dan menanam (aquaponik / budikdamber) jadi satu alternatif paket hemat yang sangat menarik. Jenis tanaman sayuran yang hampir disukai semua kalangan, salah satunya adalah sayur kangngkung. Menariknya lagi, menanam kangkung pun bisa dipanen berkali-kali. Cukup petik kangkung sampai 5cm diatas akar, kemudian batang yang tertinggal akan menumbuhkan cabang batang dan daun baru. Kamu pun bisa panen lagi! Wuaaahhh.. Ettttsss.. Tunggu dulu…. Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh mahasiswa kedokteran Universitas Brawijaya yang dibimbing oleh salah satunya dosen pertanian, ternyata panen berkali-kali dari tanaman kangkung memiliki kandungan yang kurang baik dari panen yang pertama loh.. Hampir setiap tanaman meiliki kandungan purin, kadarnya pun berbeda-beda. Termasuk kangkung. Pada saat panen pertama, kita memetik tanaman kangkung kemudian menyisakan bagian akar dan sedikit batang yang tertinggal. Ternyta untuk proses tumbuh batang dan daun baru, akar menyerap unsur hara dalam tanah akar dan akan dibawa ke seluruh tubuh tanaman. Sedangkan purin terbentuk dari hasil sintesis oleh tubuh tanaman itu sendiri. Akar menyerap senyawa/unsur-unsur pembentukan purin. Sehingga, pada saat tumbuh kali kedua, purin yang sebelumnya terdapat di akar dan batang sisa panen, akan bersatu dengan purin yang baru terbentuk. Begitulah, sehingga dikatakan kangkung panen kedua memiliki kandungan purin lebih besar dari panen pertama. Kemudian kandungan purin panen ketiga pun lebih besar dari panen kedua, dst. Bahkan, sempat disampaikan, karena purin harus diwaspadai bagi penderita asam urat, jika ingin memanen panen cukup 3-5x / 2 minggu, atau lebih baik tidak boleh dari 3x panen. Penumpukan kadar purin pun bisa dilihat dari kecepatan tumbuh kangkung. Meskipun ada pula yang mengklaim bahwa kandungan purin pada tanaman sayuran tidak cukup kadarnya untuk menyebabkan asam urat, namun kaan lebih baik jika kita bijak dalam mengkonsumsi makanan sehat dan segar. Benihbunbun punya produknya juga loh, dan kamu bisa checkout langsung di website ini: Lihat produk benihbunbun lainnya dengan cara klik tombol dibawah ini: Benih Unik Craft Kit Hari Raya Koleksi Benih Bibit Paket Menanam Produk Olahan Promo Khusus Produk Harga Sale Undangan Acara Layanan konsultasi Setiap pembelian produk benihbunbun maka akan mendapatkan fasilitas konsultasi tanam menanam dengan tim ahli kami Hubungi Kami Kontak kami Whatsapp Instagram Camp Garden BenihbunbunKampung Areng, Desa Wangunsari, Lembang, Bandung Barat – Jawa Barat – Indonesia

Panen Kangkung Berkali-kali, Apakah Berbahaya? Read More »

Apa itu Herbs, Rempah, dan Herbal?

Selama ini yang kita ketahui sebutan herbs melekat pada masakan orang asing. Bahkan dari segi asing pun herbs sudah seperti rempah masakan. Apa sih herbs itu? Apakah beda dengan rempah? Lalu yang disebut herbal itu seprti apa? Herbs Herbs adalah sebutan untuk jenis daun atau kelopak bunga yang karena aroma dan rasanyanya, kemudian diambil dan dicampurkan dalam bahan masakan. Sepertinya Parsley, Rosemary, Thyme, dll. Bahkan sebenarnya tradisi menggunakan herbs dalam masakan itu bukan hanya dari negara asing loh. Seperti Kemangi sudah pasti jadi pelengkap lalap atau bahkan pepes. Ada juga nih, daun Ketumbar namanya. Ternyata sekarang sedang banyak digemari juga. Dan tanaman herbs ala indonesia itu pun juga sudah biasa kita temui sehari-hari. Rempah (Spices) Nah, rempah adalah pelengkap bahan masakan. Sebutan rempah adalah jenis biji, akar, bunga kering, batang, rimpang dan buah yang karena aroma dan rasanya, sehingga diambil dan diolah dalam bahan masakan. Seperti biji ketumbar, buah pala, rimpang jahe, batang kayu manis, dll. Herbal Sedangkan Herbal kita kenal untuk sebutan jamu tradisional. Berbagai macam rempah dan daun-daun tanaman berkhasiat yang sudah dikeringkankan kemudian diolah menjadi seduhan. Bahkan banyak yang sudah diolah cukup menggunakan ekstraknya kemudian menjadi bentuk syrup yang siap dikonsumsi. Nah, meskipun pehaman tersebut tidak bisa dipatenkan menjadi sebuah definisi. Paling tidak kita bisa tau bahwa ada banyak sekali tanaman-tanaman yang sudah sering kita jumpai. Begitu pun dengan pengolahannya ada yang segar kemudian langsung diolah, adapula yang harus dikeringkan dulu baru bisa diolah. Sekarang benihbunbun juga mengembangkan produk herbs kering loh, dan pastinya sedia juga benih dan bibit tanaman herbsnya.. Benihbunbun punya produknya juga loh, dan kamu bisa checkout langsung di website ini: Lihat produk benihbunbun lainnya dengan cara klik tombol dibawah ini: Benih Unik Craft Kit Hari Raya Koleksi Benih Bibit Paket Menanam Produk Olahan Promo Khusus Produk Harga Sale Undangan Acara Layanan konsultasi Setiap pembelian produk benihbunbun maka akan mendapatkan fasilitas konsultasi tanam menanam dengan tim ahli kami Hubungi Kami Kontak kami Whatsapp Instagram Camp Garden BenihbunbunKampung Areng, Desa Wangunsari, Lembang, Bandung Barat – Jawa Barat – Indonesia

Apa itu Herbs, Rempah, dan Herbal? Read More »

Teknik Pengeringan Untuk Jaga Khasiat Tanaman

Belakangan ini ramai dengan minuman seduhan bunga dan daun kering. Sebenarnya seduhan ini ga asing lagi dan jadi aktivitas rutin kita setiap hari. Seperti seduhan dari daun teh yang menghasilkan warna merah kecoklatan sampai kehitaman. Teh yang biasa kita seduh tersebut adalah seduhan daun kering dari jenis tanaman Camellia sinensis. Tanaman tersebut dibudidayakan menjadi hamparan kebun yang luas dan kemudian dikeringkan dengan mesin dehidrator dan dikemas dengan berbagai merek hingga kini kita dapat menikmatinya. Terkadang daun teh tersebut dicampur dengan bunga melati kering sehingga disebut sebagai teh melati. Nah, istilah yang sekarang kita dengar dengan teh bunga, teh daun kelor, dan ragam teh-teh lainnya adalah sebuah istilah. Teh bunga artinya kita menyeduh bunga kering, kemudian teh daun kelor artinya kita menyeduh daun kelor kering. Dan seterusnya. Meski sekarang cukup banyak yang ramai memasarkan berbagai jenis bunga kering (edible flower) dari harga paling terjangkau sampai sulit dijangkau, jika kita punya koleksi bunga di halaman rumah, kita bisa loh menikmatinya di rumah dari hasil olahan bunga kita.  Ternyata, jika melakukan pengolahan dengan metode pengeringan yang tepat, khasiat dan nutrisi kandungan yang ada pada daun atau bunga tersebut masih dapat kita rasakan loh. Jadi penting untuk mengetahui bagaimana cara mengeringkan daun dan bunga yang baik meskipun dengan cara konvensional.  Bagaimana caranya?Dijelaskan pada paper yang ditulis oleh Hernani dan Rahmawati (2009), metode pengeringan sudah dilakukan oleh nenek moyang sejak jaman dahulu. Seperti jamu-jamuan, yaitu dengan mengeringkan temu-temuan, rempah, yang kemudian diseduh sebagai minuman obat tradisional. Jamu obat tradisional tersebut diolah menggunakan metode konvensional. Ada tiga cara berbeda dalam metode pengeringan yang selama ini telah dilakukan: 1.Dijemur terpapar matahari langsung Berdasarkan riset yang dilakukan, dibawah matahari langsung akan mempercepat proses pengeringan namun dapat merubah kualitas rasa, warna, dan aroma. Selain itu, kontaminasi terhadap debu, kotoran serangga, dll pun terbilang cukup besar.  2. Diangin-angin suhu ruangan Meskipun dikatakan pada metode kedua ini, kandungan zat metobolit sekunder (khasiat) pada bunga/daun yang dikeringkan paling terjaga kualitasnya, namun karna hanya kering dengan angin-angin didalam suhu ruangan, dari hasil riset, daun/bunga yang akan dikeringkan mampun mengundang mikroba sehingga dapat berjamur.  3. Dijemur sebentar terpapar matahari langsung kemudian dipindah ke tempat yang teduh Pada metode ketiga ini, dianggap paling pas karna meskipun tidak sebaik kualitasnya, namun dapat terjaga dari mikroba karna sempat terpapar matahari langsung.  Berapa lama menjemur nya? Tergantung jenis yang dijemur. Biasanya dapat memakan waktu hingga 2 minggu sampai dirasa bunyi “krenyes” jika kita meremas nya.  Sedangkan jika menggunakan mesin dehidrator, selain kualitasnya yang terjaga, waktu yang dibutuhkan pun tidak sampai 10 jam dengan suhu rata-rata untuk daun dan bunga kisaran 20-40°C , batang 30°C , akar 60°C. Gimana, mudah bukan? Tertarik untuk mencoba? Share pengalaman kamu yuk bersama benihbunbun.  Referensi: Hernani dan Rahmawati. 2009. Aspek Pengeringan Dalam Mempertahankan Metabolit Sekunder Tanaman Obat. Jurnal Perkembangan Teknologi TRO 21 (2) Desember 2009 ISSN: 1829-6289 (https://www.google.com/amp/s/docplayer.info/amp/34862797-Aspek-pengeringan-dalam-mempertahankan-kandungan-metabolit-sekunder-pada-tanaman-obat.html) Benihbunbun punya produknya juga loh, dan kamu bisa checkout langsung di website ini: Lihat produk benihbunbun lainnya dengan cara klik tombol dibawah ini: Benih Unik Craft Kit Hari Raya Koleksi Benih Bibit Paket Menanam Produk Olahan Promo Khusus Produk Harga Sale Undangan Acara Layanan konsultasi Setiap pembelian produk benihbunbun maka akan mendapatkan fasilitas konsultasi tanam menanam dengan tim ahli kami Hubungi Kami Kontak kami Whatsapp Instagram Camp Garden BenihbunbunKampung Areng, Desa Wangunsari, Lembang, Bandung Barat – Jawa Barat – Indonesia

Teknik Pengeringan Untuk Jaga Khasiat Tanaman Read More »