BenihBunbun

artikel

Jebakan Revolusi Hijau (Literature Review Part 1 – Berdaulat dengan Pangan Lokal)

Pangan merupakan kebutuhan pokok yang wajib dipenuhi oleh manusia. Sedari dulu, masyarakat Indonesia memiliki kultur perihal penyediaan pangan untuk diri sendiri maupun keluarga. Seperti halnya menanam singkong, sagu, rempah, pohon buah, dan tanaman lainnya di pekarangan rumah yang diajarkan turun temurun kepada anak cucu agar minimal bisa bertahan hidup dengan terpenuhinya kebutuhan pangan. Seiring dengan berjalannya waktu, pertumbuhan penduduk yang meningkat pesat menjadi dasar masalah akan sulitnya memenuhi kebutuhan pangan nasional. Ketersediaan lahan tanam menjadi sebab lanjutan ditinggalnya budaya menanam. Selain itu, Robert Malthus (1766-1834) telah memperkirakan bahwa pertumbuhan penduduk seakan meningkat berdasar kelipatan 1, 2, 4, dan seterusnya, sedangkan penyediaan pangan terjadi secara lambat dengan pola 1, 2, 3, 4, dan seterusnya. Perkiraannya ini dapat diatasi dengan menekan laju pertumbuhan penduduk dan meningkatkan ketersediaan pangan. Hal ini menjadi dasar bagaimana Norman Bourlag meperkenalkan dengan apa yang kita kenal sebagai Revolusi Hijau di masa orde baru. Revolusi hijau di Indonesia dimotivasi oleh kondisi kekurangan pangan yang sangat parah pada periode 1950-1959. Gerakan revolusi hijau di Indonesia dilakukan melalui program BIMAS (Bimbingan Massal) dan Panca Usaha Tani yang mendorong petani untuk menggunakan bibit unggul, pemupukan kimia sintesis, pemberantasan hama dan penyakit, pengairan, dan perbaikan bercocok tanam (Greenaration, 2021). Revolusi hijau dengan kerja keras rakyat Indonesia, khususnya petani, pada tahun 1984 membawa Indonesia mencapai swasembada beras untuk negara dengan jumlah penduduk terbesar keempat di dunia. Hal ini telah menjadikan Indonesia mendapat penghargaan PBB dengan produksi beras meningkat 289& atau mencapai hampir 4x peningkatan dalam kurun waktu 30 tahun (Hernawan dan Pujo, 2021). Jebakan revolusi hijau telah mempengaruhi sosial budaya petani. Kearifan dan budaya menanam yang diajarkan oleh nenek moyang sesuai dengan kondisi geografis, agroklimat pada daerahnya masing-masing, beralih ke model produksi pangan Revolusi HIjau. Jenis padi lokal yang biasanya tinggi, telah melibatkan petani perempuan dalam penggunaan ani-ani, sejak introduksi bibit padi unggul yang tumbuh pendek, kini kian memarginalkan petani perempuan, pun sekaligus hilang kearfan lokal. Introduksi pestisida kimia yang dapat membahayakan kesehatan bagi petani yang menggunakan juga bagi masyarakat yang mengkonsumsi, sampai pada akhirnya secara ekonomi menjadi sulit diperhitungkan akibat penawaran berlebih yang dapat menjatuhkan harga namun kebutuhan biaya pengeluaran untuk pestisida dan pupuk sintesis tetap sama. Dampak revolusi hijau sendiri adalah kesuksesan yang disertai oleh berbagai masalah. Seperti halnya revolusi hijau dengan program BIMAS lebih menekankan pada upaya meningkatkan produksi beras dan mengesampingkan martabat petani. Masalah pencemaran yang ditemui adanya eksploitasi hama, hasirnya hama yang kebal dengan pestisida, hilangnya varietas unggul padi lokal, pendangkalan danau oleh gulma air yang semakin subur akibat pemusnahan hara sawah, degradasi lahan sawah, petani keracunan akibat pestisida, dan lainnya (Hernawan dan Pujo, 2021).Tanpa disadari, dampak lanjutan dari revolusi hijau hingga kini yaitu adanya ketergantungan pada obat-obatan kimia bagi tanaman budidaya para petani. Secara terstruktur telah memperkaya industri kimiawi. Keadaan ini masih diperparah dengan penyediaan benih tanaman yang dikuasai oleh perusahaan kapitalistik transnasional dengan dalih benih yang disediakan dapat meningkatkan produktivitas. Padahal, benih tersebut lagi-lagi bergantung dengan pupuk kimia sintesis juga pestisidanya, dan akan berdampak pada ekosistem setempat yang memungkinkan terjadi introduksi hama baru atau bahkan menghilangkan satu jenis hama namun memasifkan hama-hama lainnya. Secara budaya, kebiasaan petani dalam pembenihan lokal untuk pangan lokal, kembali ditinggalkan. Referensi: Greenaration. 2021. Sejarah Revolusi Hijau dan Dampaknya Hingga Saat Ini. Hernawan, Endang dan Pujo Hutomo. 2021. Rekayasa Sosial dalam Pengelolaan Sumber Daya Hayati. IPB Press: Bogor Keraf, A Sonny. 2022. Ekonomi Sirkuler Solusi Krisis Bumi. Gramedia: Jakarta Benihbunbun punya bibit pangan lokal, dan kamu bisa checkout langsung di website ini: Lihat produk benihbunbun lainnya dengan cara klik tombol dibawah ini: Menu Benih Unik Craft Kit Hampers Hari Raya Koleksi Benih Bibit Paket Menanam Produk Olahan Promo Khusus Produk Harga Sale Undangan Acara Layanan konsultasi Setiap pembelian produk benihbunbun maka akan mendapatkan fasilitas konsultasi tanam menanam dengan tim ahli kami Hubungi Kami Kontak kami Whatsapp Instagram Camp Garden Benihbunbun Kampung Areng, Desa Wangunsari, Lembang, Bandung Barat – Jawa Barat – Indonesia

Jebakan Revolusi Hijau (Literature Review Part 1 – Berdaulat dengan Pangan Lokal) Read More »

Berdaya Bersama Ibu Rumah Tangga Kampung Areng

Sebagai kaum perempuan yang sebagai besar aktivitasnya di rumah, ternyata bukan jadi penghalang untuk lebih berdaya hingga menambah pemasukan ekonomi rumah tangga. Benihbunbun, mengajak para ibu rumah tangga di Kampung Areng, bersama-sama memberdayakan diri membuat produk olahan dari limbah kertas menjadi souvenir atau keperluan dalam menanam seperti biodegradable pot. Pot yang terbuat dari kertas ini digunakan sebagai starter semai benih yang nantinya pot dapat langsung ditanam di tanah beserta tanamannya. Membuat Biodegradable Pot Bersama Warga Kampung Areng Lembang Bandung Barat https://www.youtube.com/watch?v=8XWM9ZDsa3o&t=65s Sobat benihbunbun tentu ikut berperan besar dalam pemberdayaan ini, produk yang dipesar akan melalui proses manajemen pengolahan limbah sebaik mungkin, kemudian bahan olahan tersebut masuk ke proses menjadi barang siap jual melalui tangan-tangan para ibu rumah tangga disini. Jadi tunggu apalagi, pesanan sobat benihbunbun sangatlah berharga buat kami terutama ibu-ibu disini.   Benihbunbun punya produknya juga loh, dan kamu bisa checkout langsung di website ini: Lihat produk benihbunbun lainnya dengan cara klik tombol dibawah ini: Benih Unik Craft Kit Hari Raya Koleksi Benih Bibit Paket Menanam Produk Olahan Promo Khusus Produk Harga Sale Undangan Acara Layanan konsultasi Setiap pembelian produk benihbunbun maka akan mendapatkan fasilitas konsultasi tanam menanam dengan tim ahli kami Hubungi Kami Kontak kami Whatsapp Instagram Camp Garden BenihbunbunKampung Areng, Desa Wangunsari, Lembang, Bandung Barat – Jawa Barat – Indonesia

Berdaya Bersama Ibu Rumah Tangga Kampung Areng Read More »

Air dan Tanah Tercemar? Tanam Bunga Matahari!

Tentang Fitoremediasi Seringkali kita jumpai permasalahan lingkungan yang mungkin dalam skala  kecil disekitar kita sampai skala besar pabrik industri menjadi pokok bahasan yang masih terus dicari solusinya bersama. Beberapa cara yang bisa dilakukan dalam memulihkan kembali kondisi lingkungan tercemar adalah melakukan remediasi. Adapun remediasi yang paling mudah dilakukan yaitu dengan memanfaatkan tanaman atau disebut fitoremediasi. Menurut Sidauruk dan Patricius (2015), fitoremediasi adalah sebuah teknologi yang inovatif, efektif dari aspek biaya, aman dan secara estetika dapat diterapkan untuk jangka panjang. Aspek penting yang perlu dicatat adalah tanaman tidak boleh digunakan untuk tanaman konsumsi. Fitoremediasi merupakan teknologi remediasi in-situ yang memanfaatkan kemampuan yang melekat pada tumbuhan hidup. Fitoremediasi menggunakan tumbuhan untuk membersihkan pencemaran di lingkungan. Tanaman dapat membantu membersihkan berbagai jenis polusi termasuk logam, pestisida, bahan peledak, dan minyak (Sukono et al., 2020). Begitu juga menurut Pandey et al., (2016), fitoremediasi adalah pendekatan holistik dan dapat digunakan dalam skala besar untuk memulihkan sumber daya lahan yang terkontaminasi. Agar efektif untuk remediasi tanah tercemar logam, tanaman harus toleran terhadap satu atau lebih logam, sangat kompetitif, tumbuh cepat, dan menghasilkan biomassa di atas permukaan tanah yang tinggi (Glick, 2010). Fitoremediasi Bunga Matahari Salah satu jenis tanaman fitoremediasi yang bisa digunakan adalah tanaman bunga matahari. Tanaman bunga matahari adalah tanaman perdu dengan nama latin  Helianthus annuus L. Tanaman bunga matahari toleran terhadap suhu rendah dan tinggi. Bijinya akan berkecambah pada suhu 14-21O C. Sedangkan suhu optimal pada masa pertumbuhannya adalah 23-28OC. Tanaman ini bisa tumbuh di suhu yang lebih tinggi, hanya nantinya akan berpengaruh pada produktivitas yang lebih rendah. Kebutuhan curah hujan berkisar antara 500 hingga 1.000 mm. Akar tunggangnya yang bercabang luas, menembus hingga 2m, memungkinkan tanaman untuk bertahan hidup saat stres air. Waktu kritis untuk cekaman air adalah periode 20 hari sebelum dan 20 hari setelah berbunga. Bunga matahari akan tumbuh di berbagai jenis tanah yang subur; lempung berpasir sampai lempung dengan nilai pH berkisar antara 6,0 hingga 7,5 (Departemen Pertanian Kehutanan dan Perikanan, 2010). H. annuus juga dijuluki tanaman hiperakumulator karena dapat menimbun konsentrasi logam yang tinggi dalam jaringan tanamannya bahkan melebihi konsentrasi didalam tanah (Sidauruk dan Patricius 2015). H. annuus mampu meremediasi logam berat. Beberapa logam yang dapat diakumulasi oleh tanaman ini adalah Pb, Zn, dan Cd. Beberapa kasus studi dari skala laboratorium hingga di lapangan, menggunakan H. annuus sebagai tanaman remediasi. Adapula penggunaan tanaman bunga matahari sebagai fitoremediasi yang pernah dilakukan pada area detonasi Ensign Bickford Company Simsbury. Karateristik Bunga Matahari dalam Remediasi Bunga matahari dapat mengakumulasi nutrisi senyawa berbahaya seperti senyawa Pb dan Cd yang disimpan dalam jaringan akar (Alaboudi et al., 2018) serta Zn yang disimpan dalam jaringan akar, batang, dan daun (Soares et al., 2021). Nutrisi tersebut sebetulnya dibutuhkan oleh tumbuhan dalam batas-batas tentu untuk pertumbuhan, namun beberapa tumbuhan dapat mengakumulasi nutrisi zat berbahaya dalam jumlah yang lebih besar (hiperakumulator) sehingga dapat diaplikasikan sebagai tanaman fitoremediator. Mekanisme penyimpanan nutrisi berupa zat berbahaya pada tumbuhan dimulai dari penyerapan melalui akar yang selanjutnya diubah menjadi bentuk khusus untuk disimpan dalam vakuola dan di translokasikan pada tempat tertentu untuk mencegah akumulasi ion logam pada sitosol (Yan et al., 2020). Bunga matahari memiliki karakteristik dengan laju pertumbuhan yang sangat cepat dan siklus perkembangan yang pendek. Bunga matahari membutuhkan 4-10 hari untuk germinasi dan memulai masa perkembangan setelah 42 hari dengan lama tumbuh dan kembang 4 bulan (Serafin et al., 2019). Forte dan Mutiti (2017) juga menyatakan bahwa Helianthus annuus dipilih dalam proses fitoremediasi karena karakteristik tumbuh dan perkembangan yang cepat dalam masa hidupnya. Penelitian lain membuktikan bahwa siklus hidup bunga matahari tergolong pendek dimana pada tanah tercemar logam berat dalam 1 bulan biji sudah dapat diambil untuk digunakan kembali dalam proses fitoremediasi, sehingga fitoremediasi dapat berjalan secara berkelanjutan (Adesodun et al., 2009). Zehra et al., (2016) juga menyatakan bahwa bunga matahari merupakan tanaman fitoremediasi yang mudah untuk dipanen dan dibudidayakan. Sehingga cocok digunakan dalam fitoremediasi berdasarkan karakter pertumbuhan, perkembangan, dan reproduksinya.  Karakteristik pada bunga matahari yang juga mendukung proses fitoremediasi yaitu kemampuan adaptasi pada jenis tanah dan iklim yang berbeda (Anderson et al., 1987; Andreazza et al., 2014). Karakteristik tersebut membuat bunga matahari dapat ditumbuhkan pada kondisi lingkungan yang tercemar sekalipun dan pada iklim yang bervariasi. Selain itu, bunga matahari memiliki karakteristik penting dalam fitoremediasi yaitu produksi biomassa tinggi dalam membantu proses remediasi. Pernyataan tersebut diperkuat oleh penelitian Forte dan Mutiti (2017) serta Zehra et al., (2020) yang menyebutkan bahwa bunga matahari dipilih untuk fitoremediasi karena memiliki karakteristik produksi biomassa yang tinggi. Karakteristik tersebut penting karena produksi biomassa yang tinggi dapat mengimbangi efisiensi fitoekstraksi yang lebih rendah (Vamerali et al., 2009).  Oleh sebab itu, karakteristik-karakteristik yang dimiliki bunga matahari cocok digunakan dalam fitoremediasi (Rizwan et al., 2016). Residu Fitoremediasi Dalam proses fitoremediasi, logam berat yang telah terakumulasi pada akar maupun daun tanaman dapat menjadi polutan sekunder bagi lingkungan apabila tidak segera dilakukan pengolahan limbahnya. Proses fitoekstraksi yang terjadi pada bunga matahari, memindahkan logam berat dari tanah kemudian disimpan pada akar maupun daun. Sehingga, biomassa hasil dari proses fitoremediasi yang tercemar oleh logam berat dalam konsentrasi tinggi dapat dikategorikan sebagai limbah tercemar (Mwegoha, 2008). Hal ini menyebabkan biomassa tersebut memiliki potensi untuk kembali mencemari tanah apabila dibuang begitu saja tanpa pengolahan yang tepat. Pada konteks bunga matahari, tanaman yang tumbuh pada tanah yang terkontaminasi logam Pb dan Cd pada konsentrasi tinggi menunjukan warna daun yang lebih kuning kecoklatan. Sedangkan, tanaman yang tumbuh pada tanah yang tercemar logam Pb dan Cd pada konsentrasi rendah masih terlihat sehat. Pada konsentrasi tinggi, tanaman akan mengalami penghambatan pertumbuhan serta kerusakan pada bagian akar sehingga biomassa dari tanaman tersebut akan berkurang (Alaboudi et al., 2018). Dampak ekologi yang lebih besar dapat terjadi apabila biomassa hasil dari proses fitoremediasi masuk ke dalam rantai makanan melalui serangga maupun hewan lain yang mengkonsumsinya (Mwegoha, 2008). Dalam hal ini, resiko lebih besar terdapat pada tanaman yang merupakan hiperakumulator logam berat karena dapat memuat konsentrasi logam yang lebih tinggi dibandingkan dengan tanaman biasa yang tercemar oleh logam berat. Apabila sampai terkonsumsi oleh manusia, paparan logam berat tersebut akan memberikan dampak yang buruk bagi kesehatan. (Jaishankar et al., 2014). Oleh karena itu perlu ada tindakan lanjut dalam pengolahan dan pengelolaan tanaman setelah melakukan remediasi. Alternatif pertama adalah pembuatan bahan bakar hayati (biofuel) berupa biogas dan bio-ethanol. Cara mudahnya, tanaman bisa dimasukkan

Air dan Tanah Tercemar? Tanam Bunga Matahari! Read More »

Mengapa Rasa Wortel Organik Lebih Manis dari Wortel di Pasar?

Halo Sobat benihbunbun! Kali ini, kita akan bercerita tentang pengalaman rasa hasil riset eksperimen panen di rumah dan juga panen teman-teman pegiat tanaman organik. Kalau sobat pernah belanja sayuran di kebun petani organik, coba rasakan hasil panennya secara detail. Misalkan tanaman wortel. Wortel dimakan dalam keadaan mentah, memiliki rasa yang lebih manis ketimbang wortel yang kita beli di warung atau di pasar. Atau sayur sawi yang ternyata bisa bertahan lebih lama kesegarannya ketimbang sawi yang kita beli di warung atau di pasar. Mengapa bisa seperti itu ya? Menanam dengan teknik organik ternyata bukan hanya memiliki kondungan yang baik untuk kita yang mengkonsumsi tapi ternyata juga bagi tanaman itu sendiri. Unsur hara organik juga pestisida dari alam merupakan bagian upaya yang menciptakan kondisi lingkungan yang menyenangkan bagi tanaman. Apalagi jika suhu, cahaya matahari, juga air yang dibutuhkan sesuai dengan kebutuhan. Istilahnya, tanaman menjadi senang dan tidak stress. Karena ketidak stress an inilah akhirnya tanaman menjadi segar lebih lama juga rasanya yang manis akibat kaya mineral. Kita merasa itu manis, tapi sebenarnya rasanya yang kaya dikarenakan mineral kaya yang terkandung didalamnya.  Sedikit mengulas, sama halnya seperti sapi atau hewan ternak yang dilepas di lapangan luas. DIberi pemandangan yang indah, pakan yang sesuai dengan yang diinginkannya, ternyata menjadikan daging lebih segar juga susu yang kaya rasa karena kaya mineralnya.  Nah, jadi buat sobat benihbunbun yang belum merasakan sensasinya panen sayuran/buah di rumah, biasanya menanam dirumah cukup dengan pupuk kompos (olahan limbah dapur) atau pupuk kandang, bisa loh panen sayuran organik. Dan tentu kita bisa menikmatii rasa wortel yang kaya, jauh beda rasanya dengan yang kita beli di pasar pada umumnya. Disinilah bagian dari kunci hasil tanaman yang tidak stress alias bahagia :)) Ga percaya?  daripada penasaran, yuk cobain sensasinya panen hasil berkebun di rumah.. Kami tunggu cerita serunya ya sobat! Benihbunbun punya produknya juga loh, dan kamu bisa checkout langsung di website ini: Lihat produk benihbunbun lainnya dengan cara klik tombol dibawah ini: Benih Unik Craft Kit Hari Raya Koleksi Benih Bibit Paket Menanam Produk Olahan Promo Khusus Produk Harga Sale Undangan Acara Layanan konsultasi Setiap pembelian produk benihbunbun maka akan mendapatkan fasilitas konsultasi tanam menanam dengan tim ahli kami Hubungi Kami Kontak kami Whatsapp Instagram Camp Garden BenihbunbunKampung Areng, Desa Wangunsari, Lembang, Bandung Barat – Jawa Barat – Indonesia

Mengapa Rasa Wortel Organik Lebih Manis dari Wortel di Pasar? Read More »

Pendekatan Biomimikri Pada Penemuan Velcro

Siapa yang tidak kenal perekat sintesis simple dan praktis yang satu ini? Velcro ternyata ditemukan dari hasil inspirasi alam loh. Nah sebenarnya apa sih yang dimaksud dengan biomimikri dan apa iya penemuan velcro adalah salah satu bentuk biomimikri? Yuk simak artikel berikut. Definisi Biomimikri Berdasar dari buku Biomimicry oleh Janine M. Benyus (2002), istilah biomimicry dimaknai dari bahasa yunani yaitu bios yang berarti kehidupan dan mimesis yang berarti imitasi. Adapun pengertiannya secara deskripsi adalah sebagai berikut: Alam sebagai model. Biomimikri adalah ilmu baru yang mempelajari model alam dan kemudian meniru atau mengambil inspirasi dari desain dan proses ini untuk memecahkan masalah manusia, misalnya sel surya yang terinspirasi oleh daun. Alam sebagai ukuran. Biomimikri menggunakan standar ekologi untuk menilai “kebenaran” inovasi. Setelah 3,8 miliar tahun evolusi, alam telah belajar: apa yang berhasil, apa yang pantas, dan apa yang bertahan. Alam sebagai pembimbing. Biomimikri adalah cara baru untuk melihat dan menghargai alam. Ini memperkenalkan era yang tidak didasarkan pada apa yang dapat kita ekstrak dari alam, tetapi pada apa yang dapat kita pelajari darinya. Menurut Biomimicry Institute (2021), biomimicry adalah suatu pendekatan  untuk menciptakan inovasi dengan cara mencari solusi yang berkelanjutan terhadap tantangan-tantangan yang ada dengan meniru pola dan strategi dari alam. Saat menerjemahkan strategi alam ke dalam desain, terdapat tiga elemen penting yaitu Emulate (meniru), Ethos (sikap/jiwa/pandangan hidup), dan (Re)Connect (menghubungkan kembali). Seringkali biomimikri dikenal sebagai istilah bioinspired atau inspirasi dari sumber daya biologi. Kenyataannya, tidak semua bioinpired adalah biomimikri. Ada yang disebut sebagai biomorfisme yaitu mengacu pada desain yang secara visual menyerupai elemen dari kehidupan (terlihat seperti alam). Adapula bioutilisasi yaitu mengacu pada penggunaan sumber daya biologi pada desain/teknologi. Sedangkan yang membedakan adalah biomimikri berfokus pada fungsi (bekerja seperti alam). 2. Penemuan Velcro oleh George de Mestral George de Mestral adalah seorang insinyur Swiss yang hobi berburu. Inpirasi penemuan velcro didapat setelah kembali dari perjalanan berburu di hutan bersama anjingnya. Saat itu beliau mendapati duri tanaman gulma yang disebutnya berasal dari tanaman cocklebur, menempel pada pakaiannya dan juga bulu anjingnya. Rekatnya duri tersebut membuatnya semakin penasaran. Alhasil de Mestral mengamatinya dibawah mikroskop dan menemukan cara kerja duri tersebut mengait serat pakaiannya. Dari sinilah kemudian beliau mulai mencoba untuk membuat perekat dengan prinsip hook and loop yang mana adanya kemungkinan mengikat dua bahan secara reversible dengan bahan yang sederhana. Ide tersebut awalnya kurang diterima, hingga bertemu dengan seorang penenun di Lyon Prancis (pusat kota tenun) yang pada akhirnya di tahun 1955 beliau berhasil mematenkannya dan dinamai velcro. Kata velcro merupakan singkatan dari dua suku kata bahasa Prancis yaitu velours yang berarti beludru dan crochet yang berarti kait. Velcro pertama kali digunakan di industri digantara sebagai pelengkap pakaian luar angkasa yang memudahkan astronot dalam berpakaian terutama saat di luar angkasa.  3. Tanaman Cockleburr Cocklebur diduga berasal dari amerika tengah dan selatan serta dianggap sebagai gulma berbahaya. Selain menghasilkan serbuk sari, tanaman Xanthium ini dengan cepat mampu menyaingi bahkan menggantikan sepsies lain. Tanaman ini menjadi gulma terutama pada tanaman perkebunan seperti jagung, kapas, kacang tanah dan kedelai sehingga menyebabkan penurunan produksi serta peningkatan biaya perawatan. Tanaman mudanya dapat meracuni binatang ternak bila dimakan. Sedangkan penyebaran tanaman ini cukup sulit dikendalikan. Hal ini dikarenakan buah keringnya atau biasa disebut dengan bur atau seed pods (polong biji), mudah menempel dan rekat pada bulu/rambut. Sehingga bila ada binatang atau manusia yang melewati tanaman cocklebur tentu ikut menyebarkan bakal pertumbuhan benih tanaman tersebut. Sedangkan menurut penelitian yang dilakukan Saeed et al. (2020) kemampuan perkecambahan yang tinggi pada tanaman Xanthium dapat dilihat dari keberhasilan penyesuaian di habitat yang berbeda. Berikut karakteristik tanaman cocklebur yang ditulis oleh Duncan (2018).  4. Terinspirasi dari Cockleburr Meskipun dikenal sebagai tanaman gulma dan spesies invasif (CABI, 2019), cocklebur atau Xanthium stumarium digunakan sebagai obat tradisional terutama di daerah Amerika utara, China, Malaysia, dan Pakistan. Bagian tanaman yaitu daun, akar, batang dan biji digunakan dalam untuk pengobatan berbagai masalah kesehatan seperti leukoderma, epilepsi, air liur, malaria, rematik, TBC, alergi rinitis, sinitis, urtikaria, rheumatoid arthritis, sembelit, diare, kusta, sakit pinggang, gatal-gatal, bakteri dan jamur infeksi. Melihat dari pemanfaatan oleh masyarakat, dilakukan penelitian oleh Khan et al. (2020) yang ternyata tanaman ini mengandung berbagai senyawa bioaktif antara lain protein, karbohidrat, fenol, tanin, flavonoid, saponin, seskuiterpen, lakton, glikosida dan polisterol sehingga berpotensi  sebagai  ketersediaan obat yang efisien, aman, dan murah yang serupa fungsinya dari tanaman cocklebur.  Xanthium stumarium berasal dari bahasa Yunani kuno, Xanthium berasal dari kata “xanthos” yang berarti kuning dan “stumarium” yang berarti bantalan seperti bengkak. Kata ini merujuk dari seed pods/bur yang berubah dari hijau menjadi kuning (kemudian  menjadi coklat tua) (Dharmananda, 2002). George de Mestral, melihat karakter morfologi dari seed pods yang dikelilingi oleh duri bengkok. Rekatnya bur yang menempel pada pakaian dan rambut binatang, kemudian menjadi inspirasinya yang kini telah kita kenal inovasinya berupa velcro. Jika diamati melalu mikroskop seperti pada gambar 3, terlihat keserupaan antara bur dengan pakaian dan hook loop pada velcro (Frost et al., 2017). 5. Penutup Penemuan velcro merupakan salah satu inovasi dari biomimikri. Seperti yang disampaikan oleh Benyus (2009) biomimikri yaitu belajar dari dan kemudian meniru bentuk alam, proses, dan ekosistem, untuk membuat desain yang berkelanjutan. Pada akhirnya biomimikiri memiliki potensi untuk mengubah pandangan kita terhadap dunia begitu juga desain kita. “When we look at what is truly sustainable, the only real model that has worked over long periods of time is the natural world” – Janine M. Benyus (Ketika kita melihat apa yang benar-benar berkelanjutan, satu-satunya model nyata yang telah bekerja dalam jangka waktu yang lama adalah alam) Benihbunbun punya produknya juga loh, dan kamu bisa checkout langsung di website ini: Lihat produk benihbunbun lainnya dengan cara klik tombol dibawah ini: Benih Unik Craft Kit Hari Raya Koleksi Benih Bibit Paket Menanam Produk Olahan Promo Khusus Produk Harga Sale Undangan Acara Layanan konsultasi Setiap pembelian produk benihbunbun maka akan mendapatkan fasilitas konsultasi tanam menanam dengan tim ahli kami Hubungi Kami Kontak kami Whatsapp Instagram Camp Garden BenihbunbunKampung Areng, Desa Wangunsari, Lembang, Bandung Barat – Jawa Barat – Indonesia

Pendekatan Biomimikri Pada Penemuan Velcro Read More »

Jambu Bol Sebagai Antidiabet?

Jambu bol (Syzygium malaccense (L.) Merr & Perry) merupakan tanaman buah tahunan kerabat jambu-jambuan. Buah jambu bol memiliki tekstur daging yang lebih lembut dan lebih padat dibandingkan dengan jambu-jambuan lainnya.Selain dikonsumsi, hasil penelitian yang dilakukan oleh Fauziah et al. (2019) menunjukkan bahwa kayu batang jambu bol dapat digunakan sebagai sumber antioksidan yang baru, dengan aktivitas antioksidan yang sangat kuat. Kandungan metabolit sekunder dalam kayu batang jambu bol antara lainfenol, alkaloid, saponin, tannin, flavonoid, kuinon dan steroid. Dalam ekstrak etanol setidaknya ada sepuluh senyawayang berpeluang sebagai sumber sifat antioksidan dari kayu batang jambu bol tersebut. Fitokomia dari ekstrak batang pohon jambu bol dapat dijadikan sebagai obat antidiabet (Fauziah et al. 2019). Benihbunbun punya produknya juga loh, dan kamu bisa checkout langsung di website ini: Lihat produk benihbunbun lainnya dengan cara klik tombol dibawah ini: Benih Unik Craft Kit Hari Raya Koleksi Benih Bibit Paket Menanam Produk Olahan Promo Khusus Produk Harga Sale Undangan Acara Layanan konsultasi Setiap pembelian produk benihbunbun maka akan mendapatkan fasilitas konsultasi tanam menanam dengan tim ahli kami Hubungi Kami Kontak kami Whatsapp Instagram Camp Garden BenihbunbunKampung Areng, Desa Wangunsari, Lembang, Bandung Barat – Jawa Barat – Indonesia

Jambu Bol Sebagai Antidiabet? Read More »

Selain Dikonsumsi, Apa Saja Manfaat Tanaman Singkong?

Sejak dahulu, tanaman singkong sudah sangat akrab dengan kultur budaya negara Indonesia. Selain karena umbi batangnya yang mudah didapatkan dan menjadi bahan pokok pangan, tanamannya pun mudah dibiakkan, cukup dengan menancapkan batang pada tanah dan tanaman singkong akan tumbuh. Sedangkan daunnya sudah kita kenal sebagai pelengkap olahan sayur maupun lalapan. Meski untuk kebutuhan pangan, dari kajian etnobotani, tanaman singkong dikelompokkan juga sebagai tanaman obat rumah tangga. Berbagai riset telah menelaah terkait kebermanfaatan tanaman singkong. Salah satunya sebagai alternatif biofuel. Dalam hal ini umbi singkong dikupas lalu dihancurkan menjadi bubur dan diferementasi yang nantinya menhasilkan ethanol sebagai kebutuhan biofuel (Bakky et al. 2019). Beberapa juga dilakukan pada limbah tepung singkong atau disebut dengan thippi yang dapat dimanfaatkan sebagai produksi ethanol (Pothiraj et al. 2015). Sari dari umbi singkong juga diyakini memiliki kemampuan yang baik sebagai masker wajah kecantikan. Menurut Ambarwati (2012), dalam penelitiannya menunjukkan bahwa menggunakan masker sari singkong kuning secara berkala seminggu sekali selama satu bulan, dapat menurunkan kadar minyak dalam wajah. Daun singkong diketahui mengandung senyawa bioflavonoid rutin, sedangkan dari rutin dapat diperoleh senyawa bioflavonoid kuersetin dengan cara menghidrolisisnya. Semenjak tahun 1991 telah dilakukan berbagai penelitian yang berkaitan dengan daun singkong sebagai sumber rutin dan kuersetin, mulai dari aspek budidaya, teknologi isolasi dari skala laboratoriurn dan skala pilot, bioaktivitas, prefomulasi, famakokinetik dan forrnulasi sediaan obat dan kosmetik, serta sebagai antioksidan minyak dan zat pengatur tumbuh. Selain itu, hasil samping isolasi rutin dan kuersetin telah pula diteliti sebagai pakan ternak dan bahan pangan (Bakhtiar 2007). Kulit singkong yang umumnya menjadi limbah ternyata dapat dimanfaatkan. Menurut Maulinda dan Sari (2017), kulit singkung memiliki kemampuan sebagai carbon aktif. Kulit singkong pun dapat dijadikan arang briket sebagai pengganti bahan bakar alternatif (Leguinja 2017). Benihbunbun punya produknya juga loh, dan kamu bisa checkout langsung di website ini: Lihat produk benihbunbun lainnya dengan cara klik tombol dibawah ini: Menu Beranda Benihbunbun Edugreen Wisata Benihbunbun Eco Green Souvenir Mini Bun Farm (Rumah Kelinci Lembang) Artikel Tentang Kami Profil Program Review Kontak FAQ Produk dan Pembayaran Biodegradable Pot Home Gardening Corporate Kit & Event Solution Educational & Children Craft Kit Konfirmasi Pembayaran Bahasa English Chinese Japanese Arabic Indonesia Layanan konsultasi Setiap pembelian produk benihbunbun maka akan mendapatkan fasilitas konsultasi tanam menanam dengan tim ahli kami Hubungi Kami Kontak kami Whatsapp Instagram Camp Garden BenihbunbunKampung Areng, Desa Wangunsari, Lembang, Bandung Barat – Jawa Barat – Indonesia

Selain Dikonsumsi, Apa Saja Manfaat Tanaman Singkong? Read More »

Teh Herbal dari Bunga by TEASANE X BeeHelwah

Teh bunga adalah seduhan bunga-bunga edible yang dikenal dengan khasiat antioksidan, antiaging, serta berbagai manfaat lainnya yang terkandung didalamnya. Setiap seri varian dari racikan teh bunga ini, memiliki keunikan khas tersendiri. Untuk mendapatkan kenikmatan teh bunga, campurkan madu sesudah diseduh. kamu bisa temukan produk ini di laman toko shopee kami klik disini atau di tokopedia. Kamu jika bisa langsung cekout dari website ini 🙂 Kontak kami Instagram Camp Garden BenihbunbunKampung Areng, Desa Wangunsari, Lembang, Bandung Barat – Jawa Barat – Indonesia

Teh Herbal dari Bunga by TEASANE X BeeHelwah Read More »

Lalapan Sunda Sayur Mentah Segar dan Nikmat

Sayuran mentah mengandung khasiat paling baik ketimbang sayur yang sudah diolah. Biasanya sayuran mentah ini dikonsumsi dengan cara dilalap. Bisa dengan bumbu kacang, sambal terasi, atau sambal colek. Mungkin kalau diluar negeri, sayuran mentah atau sayur fresh diramu dengan mayonaise dan saus-saus lainnya atau biasa disebut dengan salad. Nah, tentu kalau di negara kita, di Indonesia khususnya bagi masyarakat Sunda, makan sayur lalap paling nikmat ditemani dengan nasi dan sambal apalagi dengan ikan asin, ehhhhh… jadi penghibur lelah di siang hari >.< Mengenal Sayur Lalapan di Jawa Sayur lalapan bisanya menjadi pelengkap hidangan makanan berat. Misalkan, seorang petani di siang hari yang sudah kelelahan dan banyak mengeluarkan keringat, maka akan terpuaskan bila istirahat siang mengkonsumsi banyak mengandung garam sebagai pengganti ion tubuh. Sehingga, kebiasaan makan seperti nasi dan ikan asin jadi digemari. Sayurnya tentu dengan sayuran segar yang bisa langsung disantap. Pelengkap terakhir ditemani dengan sambal rempah bisa sambal bawang, terasi, tomat, dan sebagainya. Ada beberapa jenis sayuran segar yang biasa dijadikan lalapan. Jenis lalap daun dan lalap buah. Berikut ulasan singkat beberapa jenis lalapan yang dikenal dan digemari oleh masayarakat khususnya masyarakat Sunda. Lalap Daun POH-POHAN (Pilea melastomoides (Poir.)Wedd) Lalapan ini dikenal dapat membuat dalam perut kembali dingin apalagi setelah konsumsi sambal. “Daun bertekstur, renyah. Beraroma khas, sedikit rasa mentol.” DAUN PEPAYA GANTUNG (Carica papaya var.) “Daun bagian pucuk, yang masih sangat muda. Rasanya pahit. Paling enak dinikmati bersama sambal dadak (sambal terbuat dari bahan segar yang diulek sesaat menjelang diperlukan.” DAUN JAMBU METE (Anacardium occidentale L) “Daun muda dan masih lemas. Rasa agak sepet.” DAUN TESPONG (Oenanthe javanica (Blume) DC.) “Bentuknya mirip selada air. Jadikan daun dan batang muda sebagai lalapan. Renyah, banyak air, rasa agak manis. Beraroma tajam khas.” DAUN KEMANG (Mangifera kemanga Blume ) “Serupa daun mangga. karena kemang memang masih sekeluarga dengan mangga. Pilih daun yang masih muda, masih lemas, dan berwarna hijau muda keunguan. Rasanya agak sepet.” DAUN BELUNTAS (Pluchea indica L) “Daun muda dan bagian pucuk. Aroma tajam khas. Tekstur berserat.” PUCUK DAUN KANGKUNG (Ipomoea reptans L ) “Serupa daun mangga. karena kemang memang masih sekeluarga dengan mangga. Pilih daun yang masih muda, masih lemas, dan berwarna hijau muda keunguan. Rasanya agak sepet.” PEGAGAN / ANTANAN (Centella asiatica (L) Urban.) “Merupakan tanaman yang tumbuh menjalar di permukaan tanah. Dimakan daun dan batang mudanya. Memiliki aroma yang khas.” SELADA AIR (INasturtium officinale W.T. Aiton ) “Jadikan lalapan daun dan batang mudanya. Renyah segar agak berserat, rasanya sedikit manis.” KEMANGI (Ocimum sp.) Jenis kemangi ternyata banyak jenisnya. Ada yang disebut sebagai ruku-ruku, sama dengan kemangi hanya tanamannya lebih besar. Adapula basil kemangi, jenis kemangi yang daunnya lebar. Meskipun begitu, dikonsumsi sebagai lalap sama-sama nikmatnya. Lalap Buah KECIPIR (Psophocarpus tetragonolobus L) “Buahnya dinikmati seluruhnya. Rasanya manis.” PETAI CINA / LAMTORO (Leucaena leucocephala DE WIT) “Di Jawa dan daerah lainnya, yang dijadikan lalapan mentah adalah biji-biji mudanya. Di Sunda, polongan yang masih muda dimakan mentah bersama kulitnya. Rasanya agak manis, aroma khas agak menyengat.” LEUNCA (Solanum nigrum L)  Bulat-bulat kecil. Rasa renyak agak pahit ke manis. Ada dua jenis leunca da takokak. Namun yang populer dipakai untuk lalap adalah jenis leunca. TERUNG BULAT (Solanum melongena L) “Biasanya jenis terung bulat berwarna hijau yang kerap dikonsumsi untuk lalap. Teksturnya renyah dan rasanya manis.” TOMAT (Solanum lycopersicum L)  Selain sebagai pelengkap sambal, tomat juga kerap disantap bersamaan dengan sayur segar lalap lainnya. Rasanya asam manis segar dan renyah. Itulah beberapa jenis sayuran segar masyarakat Sunda yang kerap langsung disantap tanpa diolah atau disebut dengan sayur lalapan. Meski dikatakan mentah, namun karena segar rasanya pun jadi nikmat. Ada yang sudah pernah mencoba semua sayur lalap tersebut? Dijamin nagih bukan..? Sumber referensi: Buku Rahasia Masak Weid Harry Enak Sehat Alami .2013 Benihbunbun punya produknya juga loh, dan kamu bisa checkout langsung di website ini: Lihat produk benihbunbun lainnya dengan cara klik tombol dibawah ini: Menu Beranda Benihbunbun Edugreen Wisata Benihbunbun Eco Green Souvenir Mini Bun Farm (Rumah Kelinci Lembang) Artikel Tentang Kami Profil Program Review Kontak FAQ Produk dan Pembayaran Biodegradable Pot Home Gardening Corporate Kit & Event Solution Educational & Children Craft Kit Konfirmasi Pembayaran Bahasa English Chinese Japanese Arabic Indonesia Layanan konsultasi Setiap pembelian produk benihbunbun maka akan mendapatkan fasilitas konsultasi tanam menanam dengan tim ahli kami Hubungi Kami Kontak kami Whatsapp Instagram Camp Garden BenihbunbunKampung Areng, Desa Wangunsari, Lembang, Bandung Barat – Jawa Barat – Indonesia

Lalapan Sunda Sayur Mentah Segar dan Nikmat Read More »

Konsumsi Rutin Kopi dan Teh Baca Artikel Ini

Konsumsi kopi dan teh sudah akrab dengan aktivitas sehari-hari. Apalagi aktivitas kerja, entah itu di kantor, di lapangan, pegawai buruh, karyawan, siapapun pasti kalau sedang bekerja akan memilih minum teh dan kopi yang tanpa disadari rutin dikonsumsi. Kopi dan teh dikenal sama-sama memiliki kafein. Dalam hal ini, kafein sangat bermanfaat untuk merangsang kinerja dalam tubuh. Sehingga tanpa disadari, badan kita yang tadinya lemas dan tidak bersemangat, setelah meminum kopi atau teh, badan jadi lebih bersemangat, mata tidak mengantuk, bahkan aktivitas fisik jadi lebih besar tenaganya. Ets, tunggu dulu. Meskipun kebaikan dari kopi dan teh telah membantu aktivitas kita, jangan lupa bahwa ada sisi gelap dari dua minuman ini. Tenang saja, tidak menyeramkan kok, tapi alangkah baiknya kalau kita minimal tau hal-hal penting kandungan yang ada dalam teh dan kopi. Yuk simak artikel ini sampai selesai ya… Kopi Turunkan Resiko Usus, Tapi…. Ada banyak varian kopi di Indonesia. Dari aroma dan rasa jenis kacang, berry, rempah kayu manis, dll. Aroma dan rasa tiap jenis kopi memiliki khas tersendiri dan tentu membuat penikmat kopi tidak bisa berjauhan dengan minuman yang satu ini. “Dari hasil riset tim peneliti University of California Los Angeles, disebutkan bahwa kopi membantu menyusutkan kadar kolesterol darah, menurunkan kadar asam empedu, menguras kolesterol dari usus besar, serta membantu merangsang buang air besar. Keunggulan ini menjadikan kopi dipuji dalam hal kemampuannya mengurangi resiko kanker usus besar, kanker rektum/anus, dan kanker hati. Namun para peneliti menemukan fakta lain yang memprihatinkan karena ternyata kopi justru merangsang kanker darah (leukimia).” Kopi dan Keropos Tulang “Kafein kopi bersifat diuretik, merangsang serta lebih sering buang air kecil. Terlalu banyak minum kopi beresiko mengalami dehidrasi ringan. Parahnya lagi, resiko keropos tulang juga meningkat, karena bersamanya urin terbawa juga stok kalsium dalam tubuh.” Manfaat Teh dan Daya Serap Tubuh Ternyata penikmat teh juga tau betul aroma serta rasa khas dari tiap jenis teh. Dari yang teh dari dedaunan aroma pekat, sampai teh seduhan yang tetap nikmat meski tawar. Jika kopi kerap digemari oleh kaum pria, sedangkan teh tidak hanya kaum pria, hampir semua wanita juga menyukai teh. “Kafein dalam teh, yang sebenarnya namanya adalah tein, tidak mudah diserap oleh tubuh karena terikat oleh tanin, zat penyamak yang ada dalam teh. Berbeda dengan kafein kopi. Kafein kopi sudah terserap oleh tubuh begitu kopi berada di lambung. Sedangkan kafein teh baru terserap setelah berada di usus halus. Trik mengambil manfaat teh (antara lain sebagai antikanker) tanpa menimbulkan efek sulit tidur adalah minum banyak air putih beberapa saat setelah minum teh, agar kafein teh terencerkan sebelum sempat terserap ke dalam usus halus.” Gangguan Maagh “Pantang bagi pengidap gangguan maag minum teh, apalagi teh pekat ketika perut kosong. Kandungan tanin dalam teh merangsang produksi asam lambung. Karena itu, jika minum teh ketika perut kosong, asam lambung akan berlimpah sehingga lambung terasa perih.” Bahaya Teh Celup “Untuk menarik manfaat sehat teh, disarankan tidak menggunakan teh celup. Kantong pembungkus teh diberi klorin, desinfektan pencegah bakteri pembusuk, agar kertas tidak mudah lapuk. Setiap kali teh celup diseduh, yang mengalis ke dalam air panas bukan hanya tein dan katecin (sari-sari teh), tetapi juga klorin. Semakin lama dicelup, semakin banyak klorin terlarut, dalam jangka panjang, klorin mengakibatkan gangguan hati, ginjal, dan jantung.” Beberapa hal-hal penting diatas wajib untuk kita ketahui. Sehingga meskipun kita rutin konsumsi, kita mampu menetralisir bahaya dari kopi dan teh. Bagiaman, sudah cukup mecerahkan bukan? Jangan lupa selalu netralisir dengan air putih ya. Konsumsi rutin buah sayur juga cara terbaik agar fungsi tubuh tetap seimbang. Nah, jika kamu penikmat teh, cobain teh seduhan bunga kering deh. Teh bunga ini memiliki khasiat antioksidan yang baik untuk menangkal radikal bebas. Meskipun berasal dari bunga yang dikeringkan, seduhannya serupa dengan teh pada umumnya. Apalagi bila dicampur dengan madu, hmmm jadi lebih nikmat. Referensi: Buku Rahasia Masak Wied Harry Enak Sehat Alami (2013) Benihbunbun punya produknya juga loh, dan kamu bisa checkout langsung di website ini: Lihat produk benihbunbun lainnya dengan cara klik tombol dibawah ini: Benih Unik Craft Kit Hari Raya Koleksi Benih Bibit Paket Menanam Produk Olahan Promo Khusus Produk Harga Sale Undangan Acara Layanan konsultasi Setiap pembelian produk benihbunbun maka akan mendapatkan fasilitas konsultasi tanam menanam dengan tim ahli kami Hubungi Kami Kontak kami Whatsapp Instagram Camp Garden Benihbunbun Kampung Areng, Desa Wangunsari, Lembang, Bandung Barat – Jawa Barat – Indonesia

Konsumsi Rutin Kopi dan Teh Baca Artikel Ini Read More »