Ternyata Sampah Kertas di Indonesia Masih Belum Cukup

Membahas tentang sampah memang ga pernah ada habisnya. Segiat apapun aktivis lingkungan, sebesar apapun anggaran biaya untuk kebersihan lingkungan, semuanya ga akan berpengaruh jika penghuninya masih belum aware sama sampah. Hasrat kita sebagai manusia, sebagai penghuni bumi, sebagai makhluk ciptaan Tuhan, sampai kapan mampu mengendalikan hasratnya untuk minimal jaga baik-baik sampah yang sudah kita hasilkan. Contohnya sampah kertas. Kali ini bunbun riset Pustaka dari data-databyang pernah diambil oleh berbagai intansi serta yayasan aktivis lingkungan. Ternyata dari riset, sampah terbanyak adalah sampah organik alias sampah dari sisa makanan atau limbah olahan masakan dapur, restoran dan sejenisnya. Teman-teman tentu sudah bisa membayangkan dan memaknai sendiri mengapa justru sampah organik yang paling banyak. Di urutan kedua ada sampah kertas. Ternyata sampah kertas dari perkantoran, sekolah, dan media cetak juga turut sumbangsih sampah terbesar. Padahal nih sampah kertas justru dibutuhkan oleh pabrik-pabrik kertas untuk didaur ulang. Misal dalam pembuatan kertas Samson/kraft, ragam jenis kardus, dll. Dan yang mengejutkan adalah bahwa pabrik kertas daur ulang masih belum mendapatkan bahan baku sampah kertas yang memadai. Bahkan sampai IMPOR!! Kenapa bisa impor? Yap jawabannya kebiasaan masyarakat Indonesia dalam memilah sampah. Sampah dapur bisa kita kumpulkan lalu dijadikan pupuk kompos. Kalau bingung pupuk kompos buat apa karena rumah sempit atau tidak suka menanam mungkin, kita bisa kasih ke tetangga yang suka menanam. Sampah kering yang bisa didaur ulang, kita bisa kirim ke bank sampah. Sampah kering yang tidak bisa didaur ulang, bisa kita jadikan ecobrick. Intinya sebisa mungkin, seminim mungkin, sampah yang kita hasilkan, sampah yang keluar dari rumah, terus menurun setiap harinya. Jangan sampai menyalahkan petugas sampah karena merasa kita sudah pilah sampah tapi akhirnya disatuin. Justru sebelum petugas datang, kita sudah siapkan yg dibawa ke TPA (Tempat Pembuangan Akhir) ya sampah yang betul-betul tidak bisa didaur ulang. Yang lainnya kita alokasikan masing-masing ditempatnya yang lebih bermanfaat seperti yang sudah disebutkan diatas. Ini salah satu data dari masyarakat provinsi Jakarta. 55% di tahun 2016, masyarakat masih bingung dikemanakan sampahnya. Untuk sampah kertas, benihbunbun menyediakan tempat untuk teman-teman yang ikut peduli lingkungan dan sesama penghuni bumi. Mekanisme nya teman-teman yang memiliki sampah kertas seperti kertas bekas hvs, koran, majalah, dari sekolah maupun perkantoran, bisa diantar atau kirim ke rumah produksi kami di Camp Garden Benihbunbun. InsyaAllah ada poin dari setiap pengumpulan kertas ke kami. Serta dari poin tersebut dapat ditukarkan dengan reward menarik. Untuk info lebih lanjut silahkan hubungi kami di ikon pojok kanan bawah ya. Selamat belajar menjadi lebih bijak dalam memilah sampah. Minimal buatlah regulasi sampah di rumah kita sendiri❤ Kontak kami Whatsapp Instagram Camp Garden BenihbunbunKampung Areng, Desa Wangunsari, Lembang, Bandung Barat – Jawa Barat – Indonesia

Ternyata Sampah Kertas di Indonesia Masih Belum Cukup Read More »