BenihBunbun

bunbun

Inovasi Hijau dari Clay yang Menggemaskan

Pernahkah kamu membayangkan menanam taman bunga atau sayuran semudah melempar bola ke tanah? BenihBunBun hadir dengan inovasi revolusioner: Bola Benih (Seed Ball). Ini adalah cara paling sederhana, paling menyenangkan, dan paling ramah lingkungan untuk menyebarkan kehidupan hijau. Bola benih adalah perpaduan ajaib antara tanah liat, kompos, dan benih yang dikemas dalam bentuk bola kecil yang siap tanam.   Mengapa Bola Benih BenihBunBun Begitu Unik?   Bola benih BenihBunBun bukanlah sekadar gumpalan tanah biasa. Setiap bola dirancang secara ilmiah untuk memastikan tingkat pertumbuhan yang optimal dan kemudahan penggunaan yang luar biasa.   1. Melindungi dan Menutrisi Benih   Di dalam setiap bola, benih dilindungi oleh cangkang tanah liat. Lapisan ini berfungsi sebagai benteng pertahanan alami dari hama, serangga, dan hewan pengerat. Selain itu, kompos yang kaya nutrisi di dalamnya memberikan asupan makanan esensial, memastikan benih mendapatkan awal terbaik untuk tumbuh kuat dan sehat. Dengan bola benih, Anda tidak perlu khawatir benih terserak atau dimakan burung.   2. Metode Tanam “No-Fuss”   Kami menyebutnya metode tanam “throw and grow”. Anda tidak perlu menggali, menanam, atau repot-repot dengan alat berkebun. Cukup lemparkan bola benih ke area yang Anda inginkan—di taman, di pot, atau bahkan di lahan kosong. Setelah itu, biarkan alam bekerja. Hujan akan secara alami melarutkan cangkang tanah liat, melepaskan benih, dan memicu proses perkecambahan. Ini adalah solusi sempurna bagi mereka yang sibuk, tidak memiliki keahlian berkebun, atau ingin menanam dalam skala besar dengan cepat.   3. Pilihan Tanam yang Beragam   BenihBunBun menawarkan berbagai macam varian bola benih, mulai dari benih bunga-bungaan yang memikat lebah dan kupu-kupu, hingga benih sayuran dan rempah-rempah yang bisa Anda panen sendiri di halaman rumah. Ini memungkinkan Anda untuk menciptakan taman impian yang sesuai dengan selera dan kebutuhan Anda, sekaligus berkontribusi pada keanekaragaman hayati.   4. Kado dan Media Kampanye Lingkungan yang Sempurna   Bola benih BenihBunBun adalah kado yang unik dan penuh makna. Memberikan bola benih sama dengan memberikan harapan dan inspirasi. Selain itu, bola benih sering digunakan sebagai alat kampanye lingkungan dalam acara perusahaan, pernikahan, atau acara publik lainnya. Ini adalah cara yang kuat dan berkesan untuk menyebarkan pesan tentang keberlanjutan dan pentingnya reboisasi. Dengan Bola Benih BenihBunBun, Anda tidak hanya menanam tanaman, tetapi juga menanam harapan, menyebarkan kebaikan, dan membuat bumi menjadi tempat yang lebih hijau. Mari kita mulai revolusi hijau bersama-sama, satu bola benih pada satu waktu. https://youtu.be/aqafkVJbNAQ?si=uQnCFUn5byEJYZlY Benihbunbun punya produknya juga loh, dan kamu bisa checkout langsung di website ini: Kontak kami Instagram Camp Garden BenihbunbunKampung Areng, Desa Wangunsari, Lembang, Bandung Barat – Jawa Barat – Indonesia

Inovasi Hijau dari Clay yang Menggemaskan Read More »

Tulis, Tanam, Tumbuh: Mengenal Pensil Benih Inovatif dari BenihBunBun

Pernahkah Anda bertanya-tanya, apa yang terjadi pada pensil yang sudah terlalu pendek untuk dipakai? Biasanya, mereka berakhir di tempat sampah. Namun, bagaimana jika pensil itu tidak harus menjadi limbah? Bagaimana jika pensil itu bisa berubah menjadi kehidupan baru? BenihBunBun hadir dengan inovasi ajaib: Pensil Benih. Ini bukan sekadar alat tulis, melainkan sebuah solusi kreatif yang memungkinkan Anda menanam dan menumbuhkan tanaman dari pensil yang sudah tidak terpakai. Setiap pensil dibuat dari material ramah lingkungan dan di ujungnya terdapat kapsul kecil berisi benih tanaman pilihan.   Mengapa Memilih Pensil Benih BenihBunBun? Pensil Benih BenihBunBun bukan hanya unik, tetapi juga menawarkan beragam manfaat yang menjadikannya pilihan terbaik untuk Anda dan lingkungan. 100% Ramah Lingkungan dan Bebas Limbah Kami berkomitmen untuk mengurangi jejak karbon. Pensil ini dibuat dari kayu daur ulang, tanpa timbal atau material berbahaya. Ketika pensil sudah tidak bisa dipakai, ia tidak menjadi limbah. Sebaliknya, ia menjadi sumber kehidupan baru. Inovasi dan Media Edukasi Pensil ini adalah alat belajar yang sempurna bagi anak-anak maupun orang dewasa. Ia mengajarkan tentang siklus hidup tumbuhan, pentingnya menjaga alam, dan bagaimana tindakan kecil bisa menghasilkan dampak besar. Ini adalah cara menyenangkan untuk menumbuhkan rasa cinta pada lingkungan. Kualitas Terjamin Meskipun fokus pada keberlanjutan, kami tidak mengorbankan kualitas. Pensil Benih BenihBunBun memiliki grafit berkualitas tinggi yang nyaman untuk menulis dan menggambar. Benih di dalamnya juga dipilih dari jenis terbaik yang memiliki tingkat keberhasilan tumbuh tinggi, mulai dari bunga cantik hingga sayuran yang dapat dikonsumsi. Hadiah yang Berkesan Pensil Benih ini adalah pilihan hadiah dan suvenir yang unik dan bermakna. Cocok untuk acara ulang tahun, seminar, atau bahkan sebagai kado korporat. Memberikan Pensil Benih berarti memberikan harapan dan inspirasi untuk dunia yang lebih hijau.   Cara Menanam Pensil Benih BenihBunBun Menanam pensil benih Anda sangat mudah. Ikuti langkah-langkah sederhana ini: Gunakan Pensil Anda: Pakai pensil benih Anda untuk menulis, menggambar, atau membuat sketsa sampai ukurannya terlalu pendek untuk digunakan. Tancapkan ke Media Tanam: Isi pot kecil dengan tanah, lalu tancapkan pensil dengan ujung kapsul benih menghadap ke bawah. Pastikan kapsul tertutup sepenuhnya oleh tanah. Siram secara Teratur: Siram tanah dengan air secukupnya. Jaga kelembapannya agar benih dapat berkecambah dengan baik. Saksikan Keajaibannya: Letakkan pot di tempat yang mendapat sinar matahari. Dalam beberapa hari atau minggu, Anda akan melihat benih mulai berkecambah dan tumbuh menjadi tanaman yang indah. Pensil Benih BenihBunBun adalah perwujudan dari filosofi kami: setiap tindakan kecil dapat menciptakan perubahan besar. Kami mengundang Anda untuk bergabung dalam gerakan ini dan memulai perjalanan menanam Anda sendiri. https://youtu.be/8uE5WtLOctM?si=NvRm9aWPym2syCFS Benihbunbun punya produknya juga loh, dan kamu bisa checkout langsung di website ini: Kontak kami Instagram Camp Garden BenihbunbunKampung Areng, Desa Wangunsari, Lembang, Bandung Barat – Jawa Barat – Indonesia

Tulis, Tanam, Tumbuh: Mengenal Pensil Benih Inovatif dari BenihBunBun Read More »

Menanam itu Mudah Part 1 (Fungsi Tanaman)

Teras rumah seringkali menjadi area pertama yang menyambut tamu dan tempat favorit untuk bersantai. Menghidupkan area ini dengan tanaman adalah cara yang sederhana namun memiliki dampak besar untuk meningkatkan suasana dan kualitas hidup penghuninya. Teras dapat berfungsi sebagai kanvas sempurna untuk berkebun, bahkan bagi mereka yang memiliki lahan terbatas. Ini adalah solusi kreatif untuk menciptakan “kebun mungil” yang asri, bahkan di pekarangan yang sempit.1 Teras yang hijau dan terawat bukan hanya sekadar dekorasi, melainkan sebuah gerbang menuju kualitas hidup yang lebih baik. Kehadiran tanaman di area depan rumah secara langsung meningkatkan kesan keindahan dan ketenangan, yang pada gilirannya dapat memengaruhi suasana hati dan kesejahteraan penghuni. Pemanfaatan teras sebagai area berkebun juga menunjukkan bahwa sentuhan alam dapat diintegrasikan ke dalam kehidupan sehari-hari, bahkan di tengah keterbatasan ruang. Lebih dari itu, berkebun di teras menawarkan solusi yang inklusif bagi siapa saja yang ingin memulai hobi ini, terlepas dari pengalaman atau luas lahan yang dimiliki. Kemudahan dalam menanam dan merawat beberapa jenis tanaman tertentu menjadikan aktivitas ini sangat mudah diakses oleh pemula atau individu dengan jadwal padat. Hal ini membuka peluang bagi setiap rumah untuk memiliki sudut hijau yang menyegarkan, mengubah berkebun dari sekadar hobi menjadi bagian integral dari gaya hidup yang lebih sehat dan harmonis. Menyejukkan dan Membersihkan Udara: Paru-paru Mini di Rumah Anda Tanaman di teras berfungsi layaknya “paru-paru bumi” dalam skala mini, secara aktif menghasilkan oksigen yang esensial untuk kehidupan dan membuat udara di sekitar rumah terasa lebih segar dan sehat.3 Selain menghasilkan oksigen, tanaman juga sangat efektif dalam membersihkan udara dari berbagai polutan berbahaya. Mereka menyerap gas-gas pencemar seperti nitrogen oksida, ozon, amonia, dan sulfur dioksida, serta memerangkap partikel-partikel kecil di daunnya, sehingga secara signifikan meningkatkan kualitas udara yang kita hirup.4 Keberadaan pepohonan dan tanaman di sekitar rumah terbukti mampu mengurangi suhu panas di perkotaan. Tanaman dapat menghalangi sinar matahari berlebih dan panas untuk masuk ke dalam rumah, secara alami menyejukkan ruangan. Efek pendinginan alami ini bahkan dapat mengurangi kebutuhan penggunaan pendingin ruangan (AC) hingga 15-50% per tahun, yang berarti penghematan energi yang signifikan.3 Dengan demikian, tanaman di teras melakukan transformasi mikroklimat rumah, mengubahnya menjadi zona pengatur iklim dan penyaring udara yang efisien. Ini merupakan investasi kesehatan jangka panjang, di mana udara yang lebih bersih dan suhu yang lebih nyaman berkontribusi pada kesehatan pernapasan dan kesejahteraan fisik secara keseluruhan, tanpa ketergantungan berlebihan pada teknologi. Meningkatkan Kesehatan Mental dan Kualitas Hidup Kedekatan dengan alam, termasuk keberadaan tanaman di teras, telah terbukti secara ilmiah dapat menjaga kesehatan psikologis. Interaksi dengan tanaman dapat mengurangi gejala depresi, meningkatkan kemampuan kognitif, dan secara efektif meredakan stres yang dialami sehari-hari.3 Berada di lingkungan yang rindang dan hijau juga dapat meningkatkan energi, memperkuat sistem kekebalan tubuh, dan bahkan membantu meringankan gejala Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD) pada anak-anak.6 Hobi berkebun itu sendiri merupakan aktivitas yang menenangkan dan menyenangkan, memberikan kepuasan visual dan rasa pencapaian setiap harinya.1 Teras yang dipenuhi tanaman dapat menjadi terapi alam pribadi yang mudah diakses, menawarkan tempat pelarian dan pengisian ulang energi mental tanpa perlu bepergian jauh. Dengan menggabungkan manfaat fisik dari udara bersih dan suhu sejuk dengan manfaat mental seperti pengurangan stres dan peningkatan fungsi kognitif, menanam tanaman di teras secara holistik meningkatkan kualitas hidup. Ini mendorong gaya hidup yang lebih seimbang dan harmonis, di mana manusia dan alam dapat berinteraksi secara positif dalam lingkungan rumah. Mempercantik Estetika Rumah dan Meningkatkan Nilai Properti Tanaman hias memiliki kekuatan luar biasa untuk menambah keindahan dan daya tarik visual rumah secara signifikan. Mereka menciptakan suasana yang lebih nyaman dan sejuk, serta dapat melengkapi berbagai desain rumah, mulai dari minimalis hingga modern.4 Penghijauan di area teras, terutama di lingkungan yang kering dan panas, akan meningkatkan nilai estetika kawasan tersebut. Hal ini dicapai melalui kombinasi harmonis dari warna, bentuk, dan tekstur tanaman yang dipilih.4 Selain manfaat estetika langsung, penanaman tanaman yang tepat di teras juga memiliki implikasi ekonomis yang penting. Rumah yang dirawat dengan baik dan memiliki taman yang indah cenderung lebih diminati oleh pembeli potensial, yang pada akhirnya dapat meningkatkan nilai properti secara substansial.8 Ini menunjukkan bahwa keindahan tidak hanya untuk kesenangan pribadi, tetapi juga dapat menjadi investasi fungsional yang memberikan keuntungan finansial. Lebih jauh lagi, teras yang hijau dan menarik dapat menjadi topik percakapan dan minat bersama antar tetangga, memperkuat ikatan sosial dan memperindah lingkungan tempat tinggal secara keseluruhan.8 Ini adalah daya tarik sosial yang berkontribusi pada kebanggaan komunitas. Manfaat Tak Terduga Lainnya Selain manfaat yang telah disebutkan, menanam tanaman di teras juga menghadirkan beberapa keuntungan lain yang mungkin tidak terpikirkan sebelumnya, menciptakan ekosistem mini yang multifungsi di sekitar rumah. Meredam Kebisingan: Tanaman, terutama yang memiliki dedaunan rimbun, dapat berfungsi sebagai penghalang suara alami. Mereka membantu meredam kebisingan yang mengganggu dari jalan raya yang ramai atau lingkungan yang bising, menciptakan suasana rumah yang jauh lebih tenang dan damai.6 Mencegah Banjir dan Erosi: Akar pohon memiliki kemampuan luar biasa untuk menyerap air dalam jumlah besar. Ini membantu memperlambat laju air hujan ke tanah dan sungai, secara efektif mencegah genangan air dan mengurangi risiko erosi tanah, terutama saat intensitas hujan tinggi.3 Penangkal Serangga Alami: Beberapa jenis tanaman memiliki karakteristik unik, seperti aroma atau senyawa tertentu, yang dapat mengusir serangga pengganggu secara alami. Contohnya termasuk Lavender dan Kucai Mini, yang dapat membantu menjaga teras Anda bebas dari nyamuk atau serangga lain yang tidak diinginkan.10 Kepercayaan dan Keberuntungan: Dalam beberapa budaya dan kepercayaan, tanaman tertentu diyakini dapat membawa keberuntungan, kemakmuran finansial, kedamaian, atau bahkan menghalau energi negatif. Tanaman seperti Bunga Kertas, Pohon Uang, Tanaman Karet, Bunga Peace Lily, Tanaman Jade, Bunga Anggrek, Bambu Hoki, Lidah Mertua, Daun Kuping Gajah, dan Si Jeruk Emas adalah beberapa contoh yang populer dalam kepercayaan ini.7 Ini menunjukkan adanya integrasi budaya dan spiritualitas dalam ruang hidup, di mana tanaman tidak hanya dipandang sebagai entitas biologis tetapi juga memiliki nilai simbolis yang mendalam. Tips Perawatan Rutin Anti Ribet   Perawatan rutin yang konsisten adalah kunci untuk menjaga tanaman tetap sehat dan subur tanpa terasa merepotkan. Pemangkasan Rutin: Mirip dengan merawat rambut, memangkas bagian tanaman yang kering, rusak, atau sakit akan merangsang pertumbuhan tunas baru dan membantu menjaga bentuk estetika tanaman.5 Pemangkasan ini merupakan tindakan

Menanam itu Mudah Part 1 (Fungsi Tanaman) Read More »

Benihbunbun Hadiri Ecorunfest Pertamina

Sebagai UMKM yang bergerak dalam mendukung upaya sustainable development, benihbunbun hadir dalam acara Ecorunfest Pertamina untuk mengenalkan salah satu produk edukasinya. Pada kesempatan kali ini kami diminta untuk mengajarkan pembuatan media semai benih dari kertas daur ulang. Peserta dikenalkan dengan sampah kertas dan pengolahannya kemudian pemanfaatannya sebagai media semai biji tanaman. Selain itu, peserta juga dikenalkan dengan ragam biji tanaman dimulai dari jenis benih sayuran seperti bayam, kangkung, sawi, cabai, tomat, hingga benih bunga seperti bunga marigold dan cosmos. Terlihat sekali antusiasnya terutama saat mengetahui bahwa tanaman bisa tumbuh dengan beragam cara dan bahkan bisa kita kolaborasikan dengan sampah yang ada di sekitar kita. Berikut beberapa dokumentasi kegiatan yang berlangsung bulan November lalu.  Benihbunbun punya produknya juga loh, dan kamu bisa checkout langsung di website ini:

Benihbunbun Hadiri Ecorunfest Pertamina Read More »

Tantangan Penyediaan Pangan Lokal (Literature Review – Part 2)

Selain masalah pertumbuhan penduduk, tantangan serius juga ditemui terkait penyediaan dan pemenuhan pangan dari hulu maupun hilir. Pertama, di sisi hulu, lahan terdegradasi terutama akibat model praktik pertanian revolusi hijau yang menekan produktivitas dengan pestisida dan pupuk kimia sintesis. Selain itu, menipisnya pasokan air akibat berbagai sebab dan pencemaran aktivitas industri limbah berbahaya dan beracun. Kedua, perebutan lahan produktif untuk pangan dan untuk bioenergi, dan untuk keperluan industri maupun perumahan.Konversi lahan pertanian terjadi disebabkan adanya persaingan dalam pemanfaatan lahan antara sektor pertanian dan sektor non pertanian akibat adanya tiga fenomena ekonomi dan sosial, yaitu keterbatasan sumberdaya alam, pertumbuhan penduduk, dan pertumbuhan ekonomi (Prabowo et al., 2020). Ketiga, penggunaan teknologi berbahan Bahan Perusak Ozon (BPO) merupakan senyawa kimia yang terdiri dari unsur karbon, hidrogen, klorin dan/atau bromin. Senyawa ini sangat stabil dan tidak mudah terurai pada lapisan atmosfer bawah (troposfer). BPO digunakan dalam beberapa jenis BPO antara lain adalah Cholofluorocarbon (CFC), Hydrochlorofluorocarbon (HCFC), Halon, Metil bromida, Karbon tetraklorida (CTC), Metil chloroform. Bahan Perusak Ozon banyak digunakan dalam peralatan pendingin seperti lemari es, pendingin ruangan (AC), pemadam kebakaran, industri busa, bahan pelarut dan proses karantina pelabuhan (DLHK Jogja, 2019). Zat-zat ini dapat membuat lapisan ozon rusak berlubang, yang seharusnya ozon berfungsi sangat baik dalam menyaring sinar ultraviolet, kini dampak lanjutannya menyebabkan penerusan sinar ultraviolet ke permukaan bumi dimana proses fontosintesis menjadi tidak sempurna. Tentu hal ini akan berimplikasi pada kegagalan dan penurunan produktivitas. Bahkan tidak hanya itu, dilansir oleh DLHK Jogja (2019) Penipisan lapisan ozon menyebabkan peningkatan radiasi sinar UV-B yang berdampak pada kerusakan sistem perlindungan alami makhluk hidup sehingga meningkatkan kerentanan ketahanan pada manusia, hewan dan tanaman. Pada manusia, paparan sinar UV-B dapat menyebabkan katarak dan menurunnya kekebalan sel-sel kulit yang dapat berujung pada kanker kulit. Hal ini dapat juga terjadi pada hewan. Radiasi sinar UV-B yang berlebihan dapat menghambat metabolisme tanaman sehingga pertumbuhan tumbuh lebih lambat dan menjadi kerdil. Dampak paparan sinar UV-B terhadap ekosistem perairan berakibat buruk pada distribusi fitoplankton yang menjadi dasar rantai makanan di perairan. Selain iu juga dapat menghambat perkembangan awal dari ikan, udang, kepiting, amfibi dan hewan lainnya, menurunkan kapasitas reproduksi dan menghambat perkembangan larva. Efek gas rumah kaca yang berlebih sebabkan pemanasan global dan perubahan iklim yang tidak menentu. Hal ini ternyata sangat mempengaruhi pada produksi dan produktivitas hasil panen. Seperti halnya saat ini, petani akan sulit memprediksi hasil panen karena cuaca yang tidak tentu, bisa jadi ditengah penanaman terjadi curah hujan tinggi sehingga membusukkan tanaman atau kekeringan berhari-hari alih-alih tanaman yang ditanam termasuk tanaman yang sangat membutuhkan air. Keduanya dapat mencapai kegagalan panen atau kerugian besar bagi petani. sumber: ditjenbun.pertanian.go.id Kelima, adanya pelarangan membakar lahan bagi petani. Hal ini menjadi kontradiksi bagi budaya turun temurun petani pada sistem ladang berpindah, cara memperkaya zat hara tanah dengan membakar ladang. Larangan tersebut melemahkan daya tahan pemenuhan kebutuhan pangan secara mandiri alhasil bergantung pada hasil panen/pasokan pangan diluar wilayahnya. Keenam, adanya faktor politis seperti kebijakan impor dan introduksi sumber daya pangan global termasuk halnya introduksi benih GMO dari perusahaan multinasional. Selain menyingkirkan kearifan petani, benih yang tidak spesifik lokal memaksa degradai keanekaragaman hayati dan ekosistem. Hal ini tentu menjadi ironi dikarenakan perizinan atas dasar pemerintah Indonesia sendiri. Secara politik, kebijakan impor menjadikan wujud ketidakseriusan diversifikasi pangan lokal dengan segala potensi lokal setiap daerah. sumber: bbc.com Ketujuh, degradasi keanekaragaman hayati berpangaruh pada mata rantai produksi pangan lokal. Seperti halnya kunang-kungan kini tidak lagi mudah ditemukan. Ketiadaan kunang-kunang merupakan indikator bahwa lahan tersebut telah tercemar pestisida dimana kunang-kunang akan mati bila terpapar pestisida. Kedelapan, berbagai kebijakan terkait produksi dan penyediaan pangan telah menggerus kemampuan produsen penyedia pangan lokal khususnya yang mengandalkan kearifan dan kekuatan produktif lokal seperti petani dan nelayan. Dampaknya para produsen kehilangan posisi tawar dan menjadi tidak berdaya dan bergantung pada ekonomi, politik, dan teknologi petanian global. Di sisi hilir, ditemukan berbagai permasalahan, seperti terkait persoalan disparitas ketersediaan dan akses yang tidak sama antara konsumen pangan dari suatu wilayah dengan wilayah lain secara nasional. Di sisi lain, ada kelompok masyarakat atau wilayah yang berlimpah pangan sehat dan berkualitas namun selalu ada yang kesulitan mendapatkan akses tersebut. Padahal pemenuhan kebutuhan pangan adalah hak atas kehidupan. Ironinya lagi, produsen utama pangan seperti petani dan nelayan bertali temali dengan kemiskinan dimana mayoritas masyakarat termiskin adalah kelompok petani dan nelayan yang sekadar hidup pada level subsisten. Kemudian adanya sampah dan limbah yang terbuang percuma akibat pengelolaan produksi, distribusi, maupun perilaku konsumen. Di Indonesia sendiri, Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN) mencatat bahwa sampah sisa makanan mencapai 46,35 juta ton dalam skala nasional pada tahun 2021 (kriya dan Syahrier, 2022).Selain permasalahan hulu dan hilir, ada pula permasalahan ketersediaan air bersih untuk pertanian dan juga konsumen. Saya sendiri sependapat dengan seluruh tulisan yang disampaikan oleh Pak Sonny Keraf terutama terkait ketersediaan air bersih. Di kampung saya yang berlokasi di Kecamatan Lembang Kabupaten Bandung Barat, lahan tebing seharusnya dipenuhi oleh tanaman pohon karena fungsinya sebagai daerah tangkapan air. Sejak dikenal pertanian holtikultura, petani ikut tertarik untuk membuka lahan menjadi lahan tanam sayuran annual dan berujung tidak menyisakan pohon. Dampak besar yang saat ini kami rasakan sebagai masayarakat di Kampung Areng kini kesulitan mendapatkan air bersih bahkan penyiraman tanaman sayuran pun harus menggunakan air got yang tercemar saponin tinggi.    sumber: Kompas.com Efek samping penyediaan pangan berdampak buruk pada lingkungan berupa degradasi lahan, kepunahan keanekaragaman hayati, pencemaran air, perambahan hutan untuk kepentingan pertanian sebabkan terganggunya sistem hidrologi alam sehingga kurangnya tangkapan air dan punahnya sumber daya air, pencemaran dan kerusakan ekosistem dan berdampak lanjut pada berkembang biaknya berbagai penyakit menular khususnya jenis penyakit zoonosis. Pencemaran akibat penyediaan dan pemenuhan pangan global terjadi dalam seluruh rantai produksi, distribusi, dan rantai pasok pangan. Jika dirunut dari proses penyemprotan pestisida kimia yang tertinggal pada tanaman, kemudian hasil panen berlebih dan menjadi sampah, sampai pembuangan sampah yang tentu mencemari tanah, air, dan lingkungan. Padahal jelas residu bahan berbahaya dan beracun terus berpindah dan tetap mencemari. Berdasarkan data FAO, menunjukkan bahwa 31% persen dari keseluruhan produksi dan penyediaan pangan global terbuang percuma akibat busuk, susut sepanjang rantai pasok atau kadaluarsa, dan terbuang di tingkat distribusi serta konsumen akhir. Pengemasan dan pengepakan produk terlibat dalam pemcemaran lingkungan maupun kesehatan, seperti

Tantangan Penyediaan Pangan Lokal (Literature Review – Part 2) Read More »

Model Sirkuler Untuk Kedaulatan Pangan (Literature Review Part 3)

Kedaulatan Pangan Kedaulatan pangan berbeda dengan ketahanan pangan. Bila ketahanan pangan adalah terpenuhinya kebutuhan pangan meski harus impor, kedaulatan pangan adalah terpenuhinya kebutuhan pangan dari hasil pangan lokal. “Kedaulatan pangan juga dipahami sebagai hak rakyat setempat untuk memperoleh untuk memperoleh pangan yang sehat dan sesuai dengan udaya setempat, yang diproduksi dengan cara yang ramah secara ekologi dan berkelanjutan, serta hak rakyat untuk menentukan sendiri sumber pangan dan sistem pertaniannya yang bersumber dari potensi yang ada disekitarnya.” (Keraf, 2022). Seringkali didapati kebijakan yang mementingkan kesejahteraan konsumen dibanding kesejahteraan petani. Misal demi menstabilkan harga pangan di pasar yang berimplikasi pada kelemahan ekonomi dan kesejahteraan petani. Model penyediaan pangan linier yang selama ini diterapkan sudah saatnya beralih ke politik kedaulatan pangan. Negara berperan menjaga produsen pangan diuntungkan dengan harga wajar dan konsumen dijamin memperoleh akses pangan sehat, berkualitas, dan ramah lingkungan. Kedaulatan pangan mengandalkan ekosistem setempat dengan kearifan lokal pembuatan pestisida nabati, pemuliaan benih spesifik lokal, yang selaras alam dan dipraktikan turun menurun. Berlanjut pada pola bertani tumpang sari dan jeda tanam, pertanian terintegrasi ternak dan kolam ikan. Dampak emisi gas rumah kaca memang masih ada tapi tidak sedahsyat model pertanian Revolusi Hijau. Dari segi kesehatan, kualitas pangan lokal bahkan mampu menyaingi kualitas pangan impor. Padahal, seringkali pangan impor t elah ditambahkan suntikan pengawet dalam proses penyediaannya yang tentu akan berdampak pada kesehatan konsumen. Dari sisi sosial politik yang selama ini dialami yaitu adanya liberalisasi ekonomi politik dengan memberi ruang politik bagi kekuatan modal asing untuk menancapkan kekuatan ekonominya pada rantai pasok pangan global. Adanya politik kedaulatan, dengan kekuatan lobi dalam pengaruh perumusan kebijakan, kekuatan asing ini akan membanguni ntegrasi vertikal rantai pasok pangan terhadap jenis tanaman apa yang harus ditanam, benih, pupuk dan lain sebagainya. Menurut Keraf (2022), untuk meneguhkan kedaulatan pangan nasional diperlukan lima pilar yang kemudian perlu djadikan agenda nasional. Pertama, pemberdayaan dan pendampingan petani & nelayan melalui program sistematis dan terencana secara nasional oleh ahli profesional yang digaji oleh pemerintah. Kedua,petani dan nelayan dibantu untuk memperoleh akses modal seperti pembiayaan murah oleh pemerintah maupun skema kredit murah oleh lembaga jasa keungan untuk kebutuhan produksi pangan. Ketiga, intervensi teknologi tepat guna dan modern semacam teknologi digital guna meningkatkan kapasitas produsen dan nilai tambah dari hasil panen. Keempat, petani dan nelayan dibantu membuka akses pasar bagi produknya. Terbukanya akses pasar kini terbuka di platform digital, kerjasama dan kemitraan, juga dapat dilakukan aturan dari pemerintah untuk mewajibkan korporasi pangan olahan dan BUMN untuk memberikan porsi yang besar bagi produk pangan petani dan nelayan dosmetik. Kelima, jika keempat pilar tersebut telah tebangun dengan baik, pemerintah diharapkan melindungi petani dan nelayan dengan jaminan aset produktif tetap berupa lahan pertanian bagi petani dan sarana prasarana tangkap bagi nelayan. Perlindungan berbentuk legalitas sertifikat yang tidak boleh dijadikan aset tidur dan larangan untuk melepaskannya. Model Sirkuler Model yang diusungkan dalam pengelolaan sumberdaya hayati terkait pangan lokal adalah model sirkuler. Model sirkuler ini merupakan terobosan komprehensif holistik yang tidak hanya membebani hulu namun mensejahterakan produsen, memenuhi hak konsumen, sekaligus mengatasi berbagai krisis dan bencana lingkungan hidup. Dalam mencapai kedaulatan pangan, model sirkuler ini harus diterapkan pada empat proses: penyedia pangan, industri pengolahan pangan, industri kuliner, konsumen akhir, dan distribusi akhir. Model sirkuler penyedia pangan pada dasarnya meniru kerja alam dan memanfaatkan kekayaan alam disekitarnya untuk menjawab berbagai kebutuhan. Ada beberapa aspek dari model sirkuler produksi pangan, Pertama, penerapan model pertanian ramah lingkungan. Pertanian bis aberupa pertanian organik, atau pertanian yang mengikuti cara kerja alam seperti regenarative agriculture dimana lahan yang ditanami kemudian meregenerasi kembali bersama mikroba-mikroba didalamnya, setiap prosesnya terjadi penyerapan ca rbon, dan menjadi subur kembali. Pertanian yang mengandalkan kearifan lokal dari pengetahuan yang turun temurun diajarkan dan bersumber dari pengalaman nyata petani selama bertahun-tahun dapat menunjang rantai siklus kehidupan. Kedua, pola pertanian efisien dan efektif dengan bantuan teknologi digital seperti digital farming atau smart farming 4.0. Ketiga, dilakukan pola tanam tumpangsari. Praktik ini dapat menjaga kesuburan tanah dan dapat mencegah serta mengendalikan hama. Pola tanam ini ternyata mempengaruhi pola makan masyarakat setempat. Dengan adanya polikultur atau tumpangsari, hasil panen yang didapat dari jenis tanaman yang berbeda-beda sudah cukup untuk memenuhi kebutuhan sayuran di rumah. Beda halnya dengan praktik tanam monokultur/sejenis, selain serangan hama nya bisa menyebabkan gagal panen serentak, pola makan tidak dapat memenuhi kebutuhan masayarakat sehingga ada kebergantungan dengan hasil panen diluar wilayah atau membeli yang tidak ada di wilayahnya. Keempat, dilakukan pengaturan dan penggiliran panen. Tanaman yang ditanam di lahan diatur agar waktu panen tidak bersamaan. Kemudian jenis tanaman yan singkat diatur agar produksinya tidak berlebih. Berlebihnya produksi akan menurunkan harga karena susah diserap oleh pasar dan biasanya berakhir di sampah. Penggiliran tanam juga merupakan bagian dari pemberian waktu untuk memulihkan kesuburan tanah melalui proses alamiah biofisik. Kelima, resi gudang untuk pangan berlebih khususnya bagi produk tahan lama ceperti beras, kopi, coklat, dan rempah. Peran ini seharusnya dilakukan oleh BuLog atau Badan kedaulatan Pangan Nasional. Keterlibatan pemerintah dalam hal ini akan sangat membantu petani, sehingga ketika panen raya, petani tidak terpaksa menjual dengan harga murah karena tidak mampu menyimpannya. Pemerintah dapat membeli dari petani dengan harga wajar. Keenam,  jaminan dan perlindungan aset produktif. Idealnya, model sirkuler ini mengajak untuk memanfaatkan lagi kotoran ternak, limbah budidaya, yang bisa digunakan untuk pertanian. Teknologi digital seperti smart farming akan membantu produsen pangan terlebih lagi perubahan iklim yang kini tidak menentu dalam melihat prediksi cuaca untuk seleksi tanaman yang akan ditanam dan juga persiapan tadah hujan atau nelayan melaut, kondisi tanah dalam persiapan lahan, pengaturan irigasi. Begitu halnya dengan digital fishing bagi nelayan yang dapat mempermudah nelayan sekaligus penstrategian dalam digital agar penangkapan ikan berkelanjutan dan lestari. Model sirkuler industri pengolahan pangan juga perlu diterapkan dengan pegangan dasar ekoefisien dan ekoefektif dengan beberapa prinsip. Pertama, pemilihan bahan baku yang berkualitas, bergizi, dan sehat. Pemilihan bahan baku non pangan seperti kardus, plastik, air, dan energi lainnya juga dipilih yang terbaik dan minim cemaran serta digunakan seefektif dan seefisien mungkin agar tidak meninggalkan sampah baik di pabrik produksi maupun di konsumen akhir. Kedua, bahan baku yang digunakan untuk pangan olahan harus digunakan seefektif mungkin tanpa harus ada yang terbuang, misal menggunakan pisang

Model Sirkuler Untuk Kedaulatan Pangan (Literature Review Part 3) Read More »

Jebakan Revolusi Hijau (Literature Review Part 1 – Berdaulat dengan Pangan Lokal)

Pangan merupakan kebutuhan pokok yang wajib dipenuhi oleh manusia. Sedari dulu, masyarakat Indonesia memiliki kultur perihal penyediaan pangan untuk diri sendiri maupun keluarga. Seperti halnya menanam singkong, sagu, rempah, pohon buah, dan tanaman lainnya di pekarangan rumah yang diajarkan turun temurun kepada anak cucu agar minimal bisa bertahan hidup dengan terpenuhinya kebutuhan pangan. Seiring dengan berjalannya waktu, pertumbuhan penduduk yang meningkat pesat menjadi dasar masalah akan sulitnya memenuhi kebutuhan pangan nasional. Ketersediaan lahan tanam menjadi sebab lanjutan ditinggalnya budaya menanam. Selain itu, Robert Malthus (1766-1834) telah memperkirakan bahwa pertumbuhan penduduk seakan meningkat berdasar kelipatan 1, 2, 4, dan seterusnya, sedangkan penyediaan pangan terjadi secara lambat dengan pola 1, 2, 3, 4, dan seterusnya. Perkiraannya ini dapat diatasi dengan menekan laju pertumbuhan penduduk dan meningkatkan ketersediaan pangan. Hal ini menjadi dasar bagaimana Norman Bourlag meperkenalkan dengan apa yang kita kenal sebagai Revolusi Hijau di masa orde baru. Revolusi hijau di Indonesia dimotivasi oleh kondisi kekurangan pangan yang sangat parah pada periode 1950-1959. Gerakan revolusi hijau di Indonesia dilakukan melalui program BIMAS (Bimbingan Massal) dan Panca Usaha Tani yang mendorong petani untuk menggunakan bibit unggul, pemupukan kimia sintesis, pemberantasan hama dan penyakit, pengairan, dan perbaikan bercocok tanam (Greenaration, 2021). Revolusi hijau dengan kerja keras rakyat Indonesia, khususnya petani, pada tahun 1984 membawa Indonesia mencapai swasembada beras untuk negara dengan jumlah penduduk terbesar keempat di dunia. Hal ini telah menjadikan Indonesia mendapat penghargaan PBB dengan produksi beras meningkat 289& atau mencapai hampir 4x peningkatan dalam kurun waktu 30 tahun (Hernawan dan Pujo, 2021). Jebakan revolusi hijau telah mempengaruhi sosial budaya petani. Kearifan dan budaya menanam yang diajarkan oleh nenek moyang sesuai dengan kondisi geografis, agroklimat pada daerahnya masing-masing, beralih ke model produksi pangan Revolusi HIjau. Jenis padi lokal yang biasanya tinggi, telah melibatkan petani perempuan dalam penggunaan ani-ani, sejak introduksi bibit padi unggul yang tumbuh pendek, kini kian memarginalkan petani perempuan, pun sekaligus hilang kearfan lokal. Introduksi pestisida kimia yang dapat membahayakan kesehatan bagi petani yang menggunakan juga bagi masyarakat yang mengkonsumsi, sampai pada akhirnya secara ekonomi menjadi sulit diperhitungkan akibat penawaran berlebih yang dapat menjatuhkan harga namun kebutuhan biaya pengeluaran untuk pestisida dan pupuk sintesis tetap sama. Dampak revolusi hijau sendiri adalah kesuksesan yang disertai oleh berbagai masalah. Seperti halnya revolusi hijau dengan program BIMAS lebih menekankan pada upaya meningkatkan produksi beras dan mengesampingkan martabat petani. Masalah pencemaran yang ditemui adanya eksploitasi hama, hasirnya hama yang kebal dengan pestisida, hilangnya varietas unggul padi lokal, pendangkalan danau oleh gulma air yang semakin subur akibat pemusnahan hara sawah, degradasi lahan sawah, petani keracunan akibat pestisida, dan lainnya (Hernawan dan Pujo, 2021).Tanpa disadari, dampak lanjutan dari revolusi hijau hingga kini yaitu adanya ketergantungan pada obat-obatan kimia bagi tanaman budidaya para petani. Secara terstruktur telah memperkaya industri kimiawi. Keadaan ini masih diperparah dengan penyediaan benih tanaman yang dikuasai oleh perusahaan kapitalistik transnasional dengan dalih benih yang disediakan dapat meningkatkan produktivitas. Padahal, benih tersebut lagi-lagi bergantung dengan pupuk kimia sintesis juga pestisidanya, dan akan berdampak pada ekosistem setempat yang memungkinkan terjadi introduksi hama baru atau bahkan menghilangkan satu jenis hama namun memasifkan hama-hama lainnya. Secara budaya, kebiasaan petani dalam pembenihan lokal untuk pangan lokal, kembali ditinggalkan. Referensi: Greenaration. 2021. Sejarah Revolusi Hijau dan Dampaknya Hingga Saat Ini. Hernawan, Endang dan Pujo Hutomo. 2021. Rekayasa Sosial dalam Pengelolaan Sumber Daya Hayati. IPB Press: Bogor Keraf, A Sonny. 2022. Ekonomi Sirkuler Solusi Krisis Bumi. Gramedia: Jakarta Benihbunbun punya bibit pangan lokal, dan kamu bisa checkout langsung di website ini: Lihat produk benihbunbun lainnya dengan cara klik tombol dibawah ini: Menu Benih Unik Craft Kit Hampers Hari Raya Koleksi Benih Bibit Paket Menanam Produk Olahan Promo Khusus Produk Harga Sale Undangan Acara Layanan konsultasi Setiap pembelian produk benihbunbun maka akan mendapatkan fasilitas konsultasi tanam menanam dengan tim ahli kami Hubungi Kami Kontak kami Whatsapp Instagram Camp Garden Benihbunbun Kampung Areng, Desa Wangunsari, Lembang, Bandung Barat – Jawa Barat – Indonesia

Jebakan Revolusi Hijau (Literature Review Part 1 – Berdaulat dengan Pangan Lokal) Read More »

Hampers Spesial dengan Variasi Teh Bunga

Di indonesia, seduhan teh herbal sudah ada sejak dahulu dengan sebutan jamu/wedang uwuh/istilah khas di masing-masing daerah, begitu juga teh dengan campuran bunga melati kering agar aroma teh menjadi harum. Kini seduhan teh dari bunga-bunga yang dapat dikonsumsi (edible) menjadi ketertarikan tersendiri terutama khasiatnya untuk antioksidan dan kecantikan. Teh yang kami hadirkan telah diramu sedemikian rupa sehingga unggul dalam khasiat utama yang tercantum pada label kemasan juga penamaan varian produk. Berikut variasinya: Surya senja (petunjuk waktu): Perpaduan black Tea, Rose bud, Chrysanthemum, Peppermint, dan Rosella, berkhasiat refresh, energy charge, meningkatkan fokus, dan antioksidan.. SARAS (Sehat): Perpaduan Jahe, Chamomile, Safflower, Osmanthus, dan Serai, berkhasiat meredakan nyeri, kram perut, menghangatkan tubuh, melancarkan pencernaan, dan antioksidan. SRENGENGE (matahari): perpaduan greentea, gojiberry, chamomile, peppermint, dan jahe, berkhasiat menjaga imun, menurunkan kadar kolesterol jahat, detoksifikasi tubuh, dan refreshness. Seroja (Semangat, Gelora, Jatuh cinta): Perpaduan Greentea, Jasmine, Rose, dan Osmanthus, berkhasiat mengontrol kolesterol dan kadar gula, memperlambat penuaan, baik untuk usus dan pencernaan. Sare (tidur): perpaduan Chamomile, Telang, Lavender, Peppermint, Stevia, Kayumanis, berkhasiat relaksasi, anti anxiety, membantu tidur lebih nyenyak, dan meringkankan peradangan. Sorai (Gembira): Perpaduan telang, serai, lemon, kulit jeruk, dan stevia, berkhasiat menyegarkan tubuh, detox, dan mencegah flu.

Hampers Spesial dengan Variasi Teh Bunga Read More »

Berdaya Bersama Ibu Rumah Tangga Kampung Areng

Sebagai kaum perempuan yang sebagai besar aktivitasnya di rumah, ternyata bukan jadi penghalang untuk lebih berdaya hingga menambah pemasukan ekonomi rumah tangga. Benihbunbun, mengajak para ibu rumah tangga di Kampung Areng, bersama-sama memberdayakan diri membuat produk olahan dari limbah kertas menjadi souvenir atau keperluan dalam menanam seperti biodegradable pot. Pot yang terbuat dari kertas ini digunakan sebagai starter semai benih yang nantinya pot dapat langsung ditanam di tanah beserta tanamannya. Membuat Biodegradable Pot Bersama Warga Kampung Areng Lembang Bandung Barat https://www.youtube.com/watch?v=8XWM9ZDsa3o&t=65s Sobat benihbunbun tentu ikut berperan besar dalam pemberdayaan ini, produk yang dipesar akan melalui proses manajemen pengolahan limbah sebaik mungkin, kemudian bahan olahan tersebut masuk ke proses menjadi barang siap jual melalui tangan-tangan para ibu rumah tangga disini. Jadi tunggu apalagi, pesanan sobat benihbunbun sangatlah berharga buat kami terutama ibu-ibu disini.   Benihbunbun punya produknya juga loh, dan kamu bisa checkout langsung di website ini: Lihat produk benihbunbun lainnya dengan cara klik tombol dibawah ini: Benih Unik Craft Kit Hari Raya Koleksi Benih Bibit Paket Menanam Produk Olahan Promo Khusus Produk Harga Sale Undangan Acara Layanan konsultasi Setiap pembelian produk benihbunbun maka akan mendapatkan fasilitas konsultasi tanam menanam dengan tim ahli kami Hubungi Kami Kontak kami Whatsapp Instagram Camp Garden BenihbunbunKampung Areng, Desa Wangunsari, Lembang, Bandung Barat – Jawa Barat – Indonesia

Berdaya Bersama Ibu Rumah Tangga Kampung Areng Read More »